Sabtu, 07 Juni 2014

5 Ibadah-Ibadah Sunnah yang Sebaiknya Dirutinkan

Dalam salah satu hadits qudsi Allah swt berfirman:

“Barangsiapa memerangi kekasih-Ku, maka Aku mengizinkan untuk memeranginya. Tidaklah hamba-ku bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada sesuatu yang telah Aku wajibkan atasnya. Hamba-Ku akan senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan melakukan nawafil (ibadah-ibadah sunnah), sampai Aku mencintainya. Dan apabila Aku sudah mencintainya, maka Aku akan menjadi telinganya yang dipakainya untuk mendengar, menjadi matanya yang dipakainya untuk melihat, menjadi tangan yang dipakainya untuk memukul, dan kakinya yang dipakainya untuk berjalan. Jika ia meminta-Ku, Aku pasti mengabulkannya, jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pasti melindunginya. Aku tidak pernah ragu-ragu terhadap sesuatu yang akan Kulakukan seperti keraguan-Ku mencabut nyawa hamba-Ku mukmin yang tidak suka kematian sedang Aku tidak suka menyakitinya.”

Hadits qudsi di atas mengajarkan pada kita bahwa Allah swt sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaqarrub kepada-Nya dengan suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah swt dari pada hanya sekedar amalan wajib. Artinya, untuk mendapatkan cinta Allah kita harus memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk kesungguhan cinta kita kepada Allah. Ketika kita menunjukkan kecintaan pada Allah, maka Allah akan membalas cinta kita dengan kecintaan-Nya seperti yang diungkapkan pada hadits qudsi di atas.

Oleh karena itu, dalam upaya kita untuk meraih kecintaan Allah ada beberapa amalan-amalan sunnah yang sebaiknya diazzamkan untuk dirutinkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa-apa saja amalan sunnah tersebut? Berikut adalah amalan sunnah yang selayaknya dirutinkan dalam keseharian kita:

a. Istiqomah bangun di sepertiga malam yang terakhir untuk bersujud dalam setiap shalat malam (Qiyamul lail ) kita.

Shalat malam adalah salah satu ibadah sunnah yang paling berat untuk dirutinkan. Akan tetapi bagi mukmin yang begitu mengharap kecintaan Rabb-nya, tidak ada rasa berat sedikit pun untuk bangun dan bertaqarrub kepada Allah. Bahkan, ketika satu malam saja tidak bangun untuk shalat malam, ia akan merasa sangat kehilangan dan sangat menyesal.

Shalat malam adalah sholatnya orang-orang terpilih, yang senantiasa mendekatkan diri pada Rabb-nya. Shalat yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw. Bahkan dalam salah satu riwayat Aisyah ra menceritakan bahwa kaki beliau sampai bengkak saking bersemangatnya menghidupkan malam dengan shalat malamnya.

b. Tilawah Al quran jangan pernah absen

Interaksi kita dengan Al quran merupakan bentuk kecintaan kita kepada Allah swt. Rasulullah Saw mengajarkan pada kita agar mengkhatamkan Al quran 1 kali dalam satu bulan. Artinya, minimal dalam satu hari kuantitas ibadah kita adalah satu juz.

c. Ringankan tangan untuk bersedekah

Ringankan senantiasa tangan kita untuk bersedekah. Biarkan harta kita senantiasa mengalir pada kebaikan. Sehingga Allah kemudian menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, sesuai janji-Nya.

d. Perbanyak Dzikir dan mengingat Allah

Ada baiknya kita memiliki dzikir-dzikir yang rutin diamalkan setiap harinya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasul Saw. Dzikir-dzikir yang berasal dari Al quran dan sunnah, seperti yang sudah dirangkum oleh Ust Hasan Al Banna dalam Al Ma’surat.

e. Perbanyak doa dalam setiap kesempatan.

Senantiasa berdoa dalam setiap kesempatan, khususnya di waktu-waktu yang mustajab. Seperti sepertiga malam yang akhir, setelah selesai sholat, saat menjalankan ibadah puasa dan seterusnya.

Semoga dengan merutinkan ibadah-ibadah nawafil ini, kita semakin dimudahkan untuk meraih keridhoan dan kecintaan Allah swt.

Oleh : Neti Suriana

2 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan