Sabtu, 07 Juni 2014

Bersahabat dengan Ujian (1): Ujian Keburukan dan Kebaikan

Pernah mengikuti ujian? Ujian sekolah, ujian CPNS, ujian masuk perguruan tinggi, ujian beasiswa dan berbagai ujian formal lainnya. Pasti hampir sebagian besar dari kita pernah bukan? Ujian menjadi salah satu tahap yang digunakan untuk memilih siapa yang layak untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, siapa yang layak untuk menduduki sebuah posisi, siapa yang layak untuk bergabung dalam sebuah instansi. Mereka yang lulus ujian seharusnya adalah yang terbaik sesuai standar yang digunakan oleh tim penguji.
Dalam hidup ini pun kita tidak pernah lepas dari ujian. Karena, kehidupan sesungguhnya adalah rangkaian ujian demi ujian tanpa henti. Dalam Al quran Allah berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al Anbiya: 35)
Dalam ayat di atas Allah dengan tegas mengatakan bahwa kita (manusia) ini pasti akan diuji. Dan, akan terus menerus diuji hingga kita kembali kepada Allah Swt untuk menerima reward atas prestasi kita dalam menghadapi ujian tersebut.

Ujian Kebaikan dan Keburukan

Dalam Al quran Surat Al Anbiya ayat 35 Allah lebih lanjut dijelaskan bahwa ujian Allah diberikan dalam dua bentuk, yaitu :

Pertama, ujian keburukan.

Ujian keburukan yaitu segala bentuk keburukan, kesulitan dan segala sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Misalnya, sakit, kegagalan, kemiskinan, kesulitan, bencana alam dan lain-lain.

Kedua, ujian kebaikan

Ujian kebaikan adalah segala kenikmatan dunia, seperti kelapangan rezeki, kemapanan ekonomi, kebahagiaan, jabatan, kesuksesan dan kekuasaan.

Sering kita mempersepsikan bahwa ujian itu hanya dalam bentuk keburukan. Sehingga, ketika ditimpa kesulitan, kegagalan dan ketidaknyamanan kita mengeluh dan mengadu pada Allah. Sebaliknya, ketiga diberi nikmat kesenangan, kebahagiaan dan segala bentuk kesenangan dunia kita cenderung lupa pada Allah.
Padahal, dalam konteks Al quran kedua-duanya adalah ujian yang akan menentukan posisi kita dihadapan Allah SWT. Cara dan reaksi kita dalam menyikapi kedua bentuk ujian tersebut akan menentukan derajat kita di hadapan Allah SWT. Ketika kita mampu menyikapi ujian tersebut dengan baik, positif, sesuai dengan tuntunan-Nya, maka Allah akan memberikan reward berupa pahala dan kehidupan akhir yang membahagiakan. Sebaliknya, jika tidak, maka Allah telah mengingatkan bahwa azab-Nya sangat pedih Dalam salah satu hadist-Nya Rasulullah Saw telah mengajarkan pada ummatnya tentang bagaimana cara menyikapi setiap ujian Allah. Dan, ternyata kuncinya juga terletak pada dua kata, yaitu ‘syukur’ dan ‘sabar’.
“Sungguh amat menakjubkan urusan orang-orang yang beriman, karena semua urusannya adalah kebaikan semata, dan tak seorang pun yang memiliki hal tersebut selain orang beriman. Apabila ia memperoleh kebahagiaan (nikmat), lalu ia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Dan, apabila ia ditimpa keburukan/bencana, maka ia bersabar, maka itu pun kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Oleh: Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan