Sabtu, 07 Juni 2014

Bersahabat dengan Ujian: Belajar Syukur dari Umar bin Khattab (4)

Dalam salah satu hadistnya Rasulullah Saw menggambarkan, betapa indahnya sikap seorang muslim dalam menghadapi ujian:

“Sungguh amat menakjubkan urusan orang yang beriman, karena semua urusannya adalah kebaikan semata, dan tak seorang pun yang memiliki hal itu selain orang beriman. Apabila ia memperoleh kegembiraan (nikmat), ia lalu bersyukur. Maka kesyukuran itu kebaikan baginya. Apabila ia ditimpa keburukan/bencana, lalu ia bersabar, maka hal itu pun kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Ya, syukur dan sabar adalah dua hal yang harus ada dalam diri seorang muslim. Karena dengan dua hal inlah seorang muslim bisa berpikir positif dan mengambil pelajaran dari setiap ketetapan Allah yang hadir dalam hidupnya. Baik itu ketetapan baik, maupun ketetapan buruk.

Ada sebuah kisah yang sangat indah dari sahabat Rasulullah Umar bin Khattab. Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi sekaligus khalifah yang sangat zuhud dan pandai bersyukur pada Allah swt. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Umar bin Khattab ini selalu bersyukur, baik ketika menerima nikmat atau pun sedang ditimpa musibah. Umar selalu mengucapakan hamdalah empat kali ketika ditimpa musibah.

Hamdalah pertama, kata Umar, ia bersyukur karena Allah tidak menurunkan musibah yang lebih berat dari musibah saat itu. Karena, kalau Allah berkehandak, bukan Dia bisa mendatangkan bencana yang lebih berat dan lebih dahsyat dari itu?

Hamdalah kedua, Umar bersyukur karena Allah tidak menurunkan musibah itu terhadap agamanya. Karena bagi Umar, agama itu jauh lebih berharga dari pada dunia dan seisinya.

Hamdalah ketiga, Umar bersyukur karena Allah masih memberinya kesabaran dan terus memelihara kesabaran itu di dadanya. Karena Umar yakin Allah akan membalas kesabarannya dengan surga. Dan sungguh, surga lebih dirindukan oleh Umar dari pada dunia dan keindahannya.

Hamdalah keempat. Umar bersyukur karena Allah masih menolongnya untuk memperoleh kembali nikmat yang hilang. Karena Allah telah berjanji akan menggantikan setiap apa yang telah lepas darinya dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Itu semua jauh lebih berharga dari pada apa yang telah lepas dari genggamannya. Sungguh Allah Maha Kaya, dan adalah mudah bagi-Nya untuk mengganti setiap yang hilang dari hamba-Nya dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih berharga.

Berkaca dari sikap Umar bin Khattab di atas dalam menghadapi musibah, kita jadi memahami bahwa ujian keburukan atau kah kebaikan yang datang menghampiri kedua-duanya adalah baik bagi seorang muslim. Kedua-duanya adalah wajib disyukuri, agar kita bisa memandang keduanya dengan kaca mata positif. Ketika kita mengedepankan syukur dalam mengahadapi ujian kebaikan dan keburukan maka kita akan bisa bersikap proporsional dan profesional. Dalam artian, ketika mendapat ujian kebaikan kita tidak lupa diri, tidak terlalu berbangga hati dan tetap menyadari bahwa itu semua merupakan nikmat dari Allah yang harus dibagi dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Sebaliknya, ketika ditimpa ujian keburukan kita tidak terlalu bersedih hati dan berusaha untuk melihat kebaikan di balik ujian kesulitan tersebut.

Demikian, semoga kita bisa belajar banyak dari kebijaksanaan Umar bin Khattab dan senantiasa bisa bersahabat baik dengan ujian. Wallahualam. Selesai.

Oleh: Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan