Kamis, 12 Juni 2014

Cara Mengukur Kadar Cinta dan Rindu Allah Kepada Kita

Manusia diciptakan untuk bertakwa kepada Allah. Meski sudah dinyatakan dengan jelas, namun banyak orang yang masih mengingkari pernyataan tersebut. Banyak diantara mereka yang merasa Allah itu tidak adil. Mereka sudah bekerja keras, namun hasilnya tidak sesuai keinginan. Kalau sudah begitu, mereka akan menyebut bahwa Allah itu tidak menyayangi kita. Padahal, sudah jelas diterangkan dalam Asma’ul Husna bahwa Allah itu bersifat “Ar Rahman” yang berarti allah itu Maha Pengasih terhadap seluruh Makhluk. Tanpa kita sadari, Allah sayang dan selalu merindukan kita. Lalu, bagaimana cara kita mengetahui besarnya kadar cinta dan Rindu Allah kepada kita? Berikut akan saya jelaskan tentang cara mengukur kadar cinta dan rindu Allah kepada kita.

  1. Ujian

    Tahukah anda? Bahwa saat Allah merindukan hambanya, Dia akan mengirimkan sebuah hadiah spesial untuk hamba tersebut. Dan hadiah tersebut dinamakan “UJIAN”. Hal ini dijelaskan dalam hadist qudsi yang menyebutkan bahwa Allah memerintah malaikat Jibril untuk datang kepada hamba yang Dia rindukan untuk menimpakan berbagai ujian hidup karena Allah merindukan rintihan hamba tersebut.

    Abu said dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berkata bahwa segala bentuk penderitaan, kegundahan, kesedihan, kerisauan yang orang muslim alami merupakan wujud dari penebusan dosa yang ia lakukan. Jadi, semakin banyak ujian yang kita alami, semakin rindu Allah kepada kita. Mendekatlah Padanya dan Pujilah namaNya.

  2. Sakit

    Dalam hidup, tak selamanya kita akan selalu sehat. Kadang kala kita juga akan mengalami penurunan kondisi tubuh yang menyebabkan kita menjadi sakit. Dalam sakit, kita akan meminta kepada-Nya untuk memberikan kesehatan pada kita. padahal, saat itu kita tidak bisa memberikan amalan yang maksimal karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan. Kemudian Allah menyembuhkan kita. Dan menariknya, sakit adalah cara Allah untuk menghapus dosa kita. Sungguh Allah maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

  3. Nyawa

    Manusia memiliki 1 nyawa untuk sekali kesempatan hidup di dunia. Dengan nyawa tersebut, Allah mengharapkan agar kita memanfaatkannya semaksimal mungkin. Namun, seringkali kita lalai akan hal tersebut. Untuk itu, kita yang masih diberi waktu untuk beriman kepada-Nya harusnya bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Pernah seseorang bermimpi dia Meninggal. Dia melihat jasadnya ditangisi oleh banyak orang. Ia melihat jasadnya dimandikan, disholati, dikafani dan dikubur. Ketika berada di alam kubur, ia merasa ketakutan yang amat sangat karena dihampiri malaikat penanya kubur.Kemudian dia terbangun dari tidurnya. Di saat itu, dia mengucap beribu kali syukur karena yang ia alami hanyalah mimpi. Melihat hal ini, kita harus sadar bahwa kita harus memanfaatkan sisa waktu kita sebaik mungkin.

  4. Kekecewaan

    Kita seringkali terbuai akan gemerlap dunia. Kita lalai dengan semua kewajiban kepada Allah. Karena itulah, Allah mengingatkan kita. Dia berikan rasa kecewa kepada kita akan suatu hal agar kita kembali memintanya untuk melepaskan kekecewaan itu. Kemudian, Allah mengabulkan permintaan kita dengan mengganti kekecewaan kita dengan hal yang lebih indah.

Itulah Cara Mengukur Kadar Cinta dan Rindu Allah kepada kita. Dia ingatkan kita agar tetap berjalan di jalan yang benar. Dia ingatkan kita dengan rasa kecewa, sakit, dan berbagai ujian yang lainnya. Kemudian setelah kita sadar, kita akan dibebaskan dari ujian tersebut. Allah menyayangi kita. Dia anugerahkan nafas yang panjang pada kita. Dia ingin kita manfaatkan sisa waktu kita untuk senantiasa bertakwa pada Nya. Sungguh Allah adalah Dzat yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Oleh : Audis Maharsi

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan