Minggu, 08 Juni 2014

Energi Syukur dan Sabar Dalam Doa - Habis

Energi Sabar

Setelah doa diiringi syukur kepada Allah, maka selanjutnya sikap sabar yang kita bina. Karena Allah ingin menunjukkan kepada diri kita, apakah kita punya etika dalam meminta kepada-Nya? Supaya kita merasakan betapa besarnya nikmat yang akan diberikan karena membutuhkan pengorbanan. Adalah hal yang sangat mudah bagi Allah SWT. untuk mewujudkan seketika itu juga apa yang diminta kepada-Nya. Tetapi Allah ingin mengajarkan kepada kita bahwa di dalam doa juga ada energi sabar. Fungsinya, agar kita tidak kufur nikmat setelah yang didoakan diwujudkan-Nya.

Bukan hanya kita yang diberlakukan oleh Allah SWT. seperti itu. Para nabi-Nya juga mengalami hal yang sama. Nabi Muhammad SAW., misalnya. Bila dikaji di dalam sirah kehidupannya, bukan tidak banyak doa yang dilantunkan Nabi SAW. tidak seketika itu juga diijabah Allah SWT. Allah SWT. juga mengajarkan sikap sabar kepada Rasulullah SAW. Buktinya tampak dari doa Rasulullah SAW., “Ya Allah, Ampunilah mereka karena mereka belum mengetahui.”

Bukankah saat doa ini dilantunkan Rasulullah SAW., ia sudah dilempari kotoran unta, dicaci maki, bahkan ada riwayat mengatakan hingga giginya berdarah. Namun, Rasulullah SAW. berdoa kepada Allah SWT. dengan sikap sabar. Ia memohon kepada Allah agar mereka diampuni dan diberi petunjuk. Allah SWT. tidak seketika itu juga memberi petunjuk kepada mereka. Namun, Rasulullah senantiasa mendoakan mereka agar selalu diberi petunjuk.

Luar biasa sekali Rasulullah SAW. Ia sudah dimaki dan dicaci, namun tetap mendoakan orang yang mencacinya agar diampuni dan diberi hidayah oleh Allah SWT. Ia meyakini bahwa Allah akan memberi petunjuk kepada mereka. Makanya tak heran bila doa tersebut terus dilantunkan Rasulullah SAW. Pelajaran sabar seperti ini yang layak dicontoh dalam berdoa. Jangan pernah merasa Allah tidak mengabulkan doa kita. Yang harus kita tanamkan bahwa kita harus terus berdoa dan bersabar menunggu diijabahkan doa yang dimohonkan kepada-Nya.

Bila ditinjau dari proses doa yang dilakukan Rasulullah, dapat ditarik pemahaman bahwa sabar itu bukanlah pasrah begitu saja. Tapi sabar adalah mengandung makna mencegah, bersikeras, dan keengganan. Rasulullah mencegah dirinya untuk meminta hal yang tidak baik ditimpakan kepada kaum yang telah menzhaliminya. Padahal, saat itu Jibril sudah menyarankan kepada Rasulullah SAW. agar berdoa kepada Allah supaya ditimpakan azab kepada mereka. Namun Rasulullah enggan dan mencegah dirinya untuk mendoakan hal yang disarankan Jibril as. Justru, Rasulullah bersikeras untuk mendoakan mereka agar mendapat keampunan dan diberi petunjuk.

Terwujudnya Doa

Setelah energi syukur dan sabar bersatu padu dalam doa, maka Allah akan mengabulkan doa yang dimohonkan, karena sudah memiliki keyakinan penuh, bahwa hanya Allah satu-satunya yang mampu mewujudkan apa yang kita inginkan. Semua itu Kita dapat pelajari dari cara Rasulullah SAW berdoa.

Berkat sikap syukur Rasulullah SAW. bisa menyebarkan dakwah kepada orang-orang Quraisy dan mendapatkan balasan yang tidak baik, ia pun mendoakan mereka diiringi sikap sabar dan penuh keyakinan bahwa Allah akan menunjuki mereka. Akhirnya, energi doa Rasulullah pun begitu kuat. Allah SWT. menunjuki mereka satu persatu untuk mengimani Muhammad bin Abdullah sebagai rasul Allah dan mengimani ajaran yang dibawanya.

Lantas, bagaimana dengan kita? Tak ada jawaban lain, untuk terwujudnya doa yang kita mohonkan tanamkanlah energi syukur dan sabar saat dan sudah berdoa. Jika keduanya telah dilakukan, Insya Allah akan diwujudkan Allah doa yang kita mohonkan. Allah SWT. sangat mengetahui kapan hamba-Nya pantas mendapatkan apa yang dimohonkannya. Karena Allah SWT. lebih mencintai hamba-Nya ketimbang hamba-Nya mencintai diri-Nya.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan