Minggu, 08 Juni 2014

Fikih Puasa

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Namun, untuk mengetahui apakah puasa itu sah atau tidak, maka cara termudahnya adalah dengan memahami pengertian puasa menurut syariat Islam.

Di dalam kitab-kitab fikih dituliskan bahwa pengertian puasa secara bahasa adalah menahan diri. Sedangkan menurut syariat Islam adalah menahan diri dari segala yang membatalkan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari disertai dengan niat.

Rukun Puasa

Dari pengertian puasa tersebut dapat dipahami bahwa rukun puasa adalah dua:

Berniat melaksanakan ibadah puasa.

Niat menjadi rukun dalam ibadah puasa. Karena dengan niat melaksanakan ibadah puasa karena Allah SWT. menjadi pembeda antara puasa yang dikerjakan karena Allah SWT. atau karena selainnya. Niat puasa Ramadhan berbeda dengan niat puasa sunnah. Jika Niat puasa Ramadhan harus dilakukan di malam hari sejak waktu shalat maghrib hingga sebelum terbit fajar alias masuknya waktu shalat subuh. Sedangkan niat puasa sunnah boleh dilakukan dari malam hari hingga masuk waktu zhuhur. Dengan syarat, dari terbit fajar hingga masuknya waktu zhuhur atau tergelincirnya matahari, belum ada makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri.

Menahan diri dari segala yang membatalkan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari

Artinya, selama menjalankan ibadah puasa tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan ibadah puasa. Yaitu, ada enam perkara

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Melakukan hubungan seks
  3. Masukkan sesuatu ke dalam rongga atau lubang yang terbuka, seperti mulut, hidung dan telinga
  4. Muntah dengan sengaja
  5. Haid dan nifas
  6. Masturbasi atau onani

Dalil yang menjelaskan pengertian puasa

Setelah mengetahui pengertian puasa, tentunya ingin mengetahui apa dalil yang memperkuat pengertian puasa tersebut. Firman Allah SWT yang menjelaskan pengertian puasa adalah, “Dihalalkan bagi kalian pada malam hari di bulan puasa melakukan hubungan seks dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalian adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kalian tidak dapat menahan nafsu kalian, karena itu Allah mengampuni dan memberi maaf kepada kalian. Maka sekarang berhubungan sekslah kamu dengan mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untuk kalian, dan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (QS. Al-Baqarah [2]: 187)

Adapun yang dalil yang menjelaskan tentang niat bersumber dari hadis qudsi.”Semua amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberi pahala. Anak adam meninggalkan makan dan syahwat karena-Ku” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, cukup jelas dengan mengetahui maksud dari pengertian puasa kita bisa mengetahui dengan pasti bahwa puasa kita sah atau tidak dalam tinjauan fikih.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan