Rabu, 25 Juni 2014

Hal-Hal yang Dapat Menguatkan Keimanan (Bagian 1)

Keimanan adalah sebuah keyakinan yang membuat kita mantap dan termotivasi untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah. Iman itu tumbuh dalam diri seseorang. Kadarnya bisa bertambah, bisa berkurang dan bahkan bisa dicabut kembali oleh Sang Maha pemberi hidayah. Imam Ali ra mengatakan bahwa iman itu bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Oleh karena itu, mari bersama-sama berikhtiar untuk memperbaharui keimanan. Tentunya tidak lupa memohon kepada Allah agar menjaga dan menguatkan keimanan yang ada dalam diri kita. Berikut dalam artikel ini kita akan membahas 7 hal yang dapat menguatkan keimanan kita.

Menuntut Ilmu

Keimanan pada dasarnya adalah sebuah keyakinan. Kita akan yakin dengan sesuatu ketika kita tahu dan paham ilmunya dengan baik. Demikian juga dengan keimanan. Keimanan dalam hati kita akan semakin kokoh ketika kita memiliki dasar yang kokoh mengapa kita harus beriman, apa yang kita imani dan bagaimana cara mengimaninya. Itulah yang disebut dengan ilmu atau pengetahuan, yaitu hal-hal yang membuat kita mengerti.

Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk menguatkan iman. Pelajarilah banyak ilmu baik yang berkaitan dengan agama maupun ilmu-ilmu umum. Terutama ilmu tauhid yang mengajarkan kita pada keesaan Allah. Pelajari Al quran dan sunnah yang menjadi sumber primer hukum-hukum dan keyakinan islam. Belajarlah dari guru yang mumpuni yang bisa membantu kita untuk lebih memahami ilmu-ilmu tersebut dengan benar. Ilmu-ilmu tersebut insya Allah akan semakin mengokohkan keimanan kita kepada Allah Swt.

Membaca dan Mentadabburi Al Quran

“Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’: 82).

Membaca Al quran atau tilawah Al quran adalah salah satu bentuk dzikir kita pada Allah Swt. Cara untuk menyucikan hati dan mendekatkan diri pada Allah Swt. Seperti disebutkan dalam ayat di atas, bacaan Al quran yang kita lantunkan akan menjadi penawar serta menjadi sebab turunnya rahmat (kasih sayang) Allah swt pada kita. Sehingga, Allah akan meneguhkan keimanan yang ada dalam hati kita.

Tidak hanya sebatas membaca, kita juga dianjurkan untuk mentadabburi Al quran. Apa yang dimaksud dengan tadabbur Al quran? Menurut Ibnu Katsir tadabbur Al quran adalah memahami makna dari lafal-lafal Al quran dan memikirkan apa yang ditunjukkan oleh ayat-ayat Al quran ketika tersusun, serta apa yang terkandung di dalamnya, dan seterusnya. Intinya adalah bagaimana kita bisa mengambil makna, ilmu, ibroh serta pelajaran yang terdapat dalam untaian ayat-ayat Al quran yang kita baca. Sehingga kita semakin paham dengan pesan-pesan dan pelajaran dari Allah yang disampaikan melalui ayat-ayat tersebut. Pemahaman inilah yang akan menguatkan keimanan dan keyakinan kita kepada Allah swt.

Dzikir dan Pikir

Dzikir adalah proses mengingat Allah Swt. Dzikir bisa dilakukan dengan hati, lisan dan perbuatan. Dzikir dengan hati dilakukan dengan cara mengingat Allah dalam hati. Sementara dzikir dengan lisan dilakukan dengan cara menyebut-nyebut asma Allah. Misalnya dengan mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah, asmaul husna, berdoa, membaca Al quran dan lainnya. Sementara dzikir dengan perbuatan yaitu segala aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengingat Allah swt. Seperti menuntut ilmu, mengikuti pengajian, melaksanakan ibadah dan lain sebagainya.

Sementara pikir adalah sebuah aktivitas yang mengacu kepada renungan terhadap ciptaan Allah swt. Berpikir adalah aktivitas otak. Di mana dari aktivitas pikir tersebut kita bisa memahami, mengaitkan dan mengambil kesimpulan dari hal-hal yang kita temui dalam kehidupan ini. Berpikir adalah aktivitas yang mengantarkan kita pada pemahaman yang utuh. Sehingga, ketika dzikir dan pikir dipadukan akan melahirkan keyakinan dan keimanan yang kokoh pada Allah swt.

Bersambung ke bagian 2

Oleh: Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan