Kamis, 12 Juni 2014

Hal Ihwal Ahli Dzikir



Buku : Karomah Ahli Dzikir (Beragam Manfaat Zikir dalam Kehidupan Seorang Mukmin)
Penulis : Mustafa Syaikh Ibrahim Haqqi
Penerbit : Multazam. , Solo
Tahun Terbit : November, 2013
Halaman : X + 256 halaman
Resentator : Rahmat Hidayat Nasution

Berzikir adalah salah satu anjuran atau bahkan ada yang menjadikannya kewajiban untuk dilakukan setiap hari dan setiap saat. Karena dengan berzikir bisa membuat hati menjadi tenang. Pasalnya, zikir adalah senjata dan sarana untuk meraih kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat. Apalagi, manusia ditakdirkan Allah senantiasa diuji ketika ia sudah menyatakan beriman kepada-Nya.

Sebagai mukmin, jika tidak rajin berzikir kepada Allah, setiap kali menghadapi musibah yang menyesakkan dada dan menyakitkan hati, ia bisa menjadi orang frustrasi dan stres. Hal tersebut dikarenakan begitu kering dan rapuh jiwanya. Hidupnya benar-benar terasa sempit. Persis apa yang difirmankan Allah SWT. “Dan, barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya di hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha [20]: 124)

Melalui buku “Karomah Ahli Zikir: Beragam Manfaat Zikir dalam Kehidupan Seorang Mukmin”, Mustafa Syaikh Ibrahim Haqqi mengajak para pembaca untuk gemar berzikir. Karena orang yang berzikir hatinya akan tenang, jiwanya akan bahagia dan batinnya akan terasa nyaman. Karena zikir kepada Allah mengandung makan berserah diri kepada-Nya, percaya dan bergantung kepada-Nya, kembali kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, menantikan jalan keluar dari-Nya, Dia Maha dekat, Dia Maha mendengar saat dipanggil dan diseru, memperkenankan permohonan saat diminta. (hal. 61)

Siapa pun yang rajin dan gemar berzikir akan senantiasa mendapatkan perlindungan dan karomah (kemuliaan) dari Allah SWT. Kemuliaan tersebut bukanlah hal yang diminta, tapi memang diberikan oleh Allah SWT. Artinya, tak boleh juga zikir dijadikan alat untuk mendapatkan karomah. Karena karomah tersebut memang hanya diberikan Allah kepada orang yang dicintainya. Inilah yang dialami oleh Abu Muslim Al-Khaulani yang tak pernah jemu lisannya dari berzikir. Zikir yang dilakukannya hanya semata-mata karena Allah SWT, bukan yang lainnya.

Ketika Al-Aswad al-Unsi melemparkan Abu Muslim ke dalam kobaran api, ia tak jemu membaca hasbunallah wani’mal wakil. Saat jatuh di kobaran api, api menjadi dingin dan menyelamatkan Abu Muslim al-Khaulani. Peristiwa ini terjadi di masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketika ia datang dari Yaman lalu disambut oleh Khalifah Abu Bakar, saat itu di dekatnya ada Umar dan sejumlah sahabat. Umar lalu berkata, “Selamat datang orang yang dijadikan Allah laksana Ibrahim al-Khalil di tengah-tengah umat Muhammad”. (hal. 119-120)

Buku ini bukanlah buku yang hanya membicarakan karomah (kemuliaan) para ahli zikir saja. Buku ini juga mengupas tentang hakikat zikir, tingkatan-tingkatan zikir, kondisi-kondisi para ahli zikir, zikir dan perlindungan diri yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis, manfaat-manfaat zikir, kisah-kisah zikir dan lain-lain.

Karena itu, saya merekomendasikan bagi siapa saja, tua maupun muda, untuk membacanya. Pasalnya, buku ini memang memberikan bekal yang luar biasa dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengingat Allah akan memberikan keyakinan yang mantap bahwa hanya Allah yang berkuasa, tempat meminta pertolongan dan memiliki segalanya. Selamat membaca!

Oleh : Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan