Kamis, 12 Juni 2014

Ketika Al-Qur’an Bicara Keberkahan Hidup - 2

Kedua, Berkah dalam makanan. Makanan yang berkah akan membuat manusia makin taat kepada Allah Swt. Membuat manusia selalu dekat dengan-Nya. Dan jika ada orang tak taat kepada Allah, bisa jadi makanan yang dimakannya kurang berkah atau tidak berkah. Karena bukan tidak mungkin di dalam makanannya terdapat yang syubhat.

Maka dari itu, berikanlah makanan yang baik dan halal kepada keluarga kita. Tujuannya, agar anggota keluarga yang berada di dalam satu rumah menjadi orang yang taat kepada Allah. Orang-orang yang mendirikan shalat. Orang-orang yang selalu membaca al-Qur’an dan berzikir kepada Allah Swt.

Ibnu Katsir di dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan berkah dari bumi adalah, mendapatkan rezeki makanan yang baik untuk dirinya dan keluarganya. Makanya, orang yang diberi keberkahan makan oleh Allah Swt, akan selalu memanfaatkan dengan baik apa yang diberikan Allah. Orang yang mendapatkan keberkahan makanan dari Allah akan selalu menjalankan apa yang apa di firman Allah Swt., “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah: 88)

Ketiga, Berkah dalam waktu. Orang yang mendapatkan keberkahan hidup akan melalui hari-harinya dengan beribadah kepada Allah Swt. Artinya, pribadi yang mendapatkan keberkahan waktu akan senantiasa menggunakan waktu yang ada untuk dimanfaatkan dalam segala hal yang bernilai ibadah. Sehingga kehidupan yang dilaluinya minus keburukan yang bernilai kerugian, tak hanya bagi dirinya namun juga orang lain.

Inilah yang dijelaskan Allah SWT. di dalam al-Qur’an surat Al-‘Ashr ayat 1-3, “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Kunci Keberkahan

Bila diperhatikan dari surat al-A’raaf ayat 96, bahwa kunci keberkahan ada dua. Pertama, iman dan takwa. Untuk mendapatkan keberkahan, dimantapkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Harus yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia senantiasa berhubungan dengan izin Allah Swt. Sehingga orang yang ingin meraih keberkahan hidupnya tak perlu luput dari sikap sabar dan syukur.

Sikap sabar dan syukur yang terpatri di dalam diri, yang akan membawa seorang menjadi pribadi takwa yang benar. Ia tidak mudah goyah dengan problematika hidup. Iman dan takwa yang menjadi penopang hidup. Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam kondisi muslim.” (QS. Ali Imran: 102).

Kedua, berpedoman kepada Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan. Apalagi, jika menjalankan pesan-pesan al-Qur’an dan berpedoman kepadanya niscaya kita akan memperoleh keberkahan dari-Nya. Allah Swt. berfirman, “Dan ini (al-Qur’an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?” (QS. Al-Anbiya’: 50). Karena itu, mari tingkat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Plus, jangan lupa untuk selalu mengkaji al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: H. Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan