Sabtu, 07 Juni 2014

LAILATUL QADAR



“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. Dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan (44): 3-4)

Sebagai umat muslim tentunya pasti telah mendengar istilah ini sebab sudah kerapkali menjadi malam ajang rebutan hamba-hambaNya untuk mengejar rahmat, anugerah dan hidayahNya di malam ini. Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan atau malam ketetapan, yaitu satu malam penting yang hanya berada didalam bulan Ramadhan. (ingat hanya satu malam)

Di dalam Al-Qur’an pun telah disebutkan beberapa hal mengenai malam Lailatul Qadar, yaitu Surat ke-97 yakni Surat Al-Qadr diantaranya ialah :
  1. Sesungguhnya pada malam kemuliaan inilah Al-Qur’an (kitab suci umat Islam) telah diturunkan
  2. Apakah malam kemuliaan itu?
  3. Malam kemuliaan ialah malam yang lebih baik dari seribu bulan
  4. Pada malam itu turun Malaikat Jibril beserta malaikat-malaikat yang lainnya untuk mengatur segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan atas izin Allah SWT
  5. Suatu malam kesejahteraan hingga terbitnya sang fajar

Terdapat pendapat yang mengatakan bahwasannya malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Seperti halnya disebutkan pada hadist dari Aisyah yang mengatakan,

“ Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan dan beliau bersabda yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan” ” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari surat tersebut tersirat dengan jelas bahwasannya di malam itu Allah sangat memanjakan para hamba-hambaNya yang sedang dengan khusyuk, tulus dan ikhlas melakukan ibadah kepadanya. Pahala atas ibadah yang kita lakukan akan dilipatgandakan oleh Allah.

Rasulullah SAW menggambarkan beberapa hal yang menjadi tanda-tanda kehadiran malam Lailatul Qadar yaitu :
  1. Udara dan suasana pagi yang tenang. Ibnu Abbas r.a mengungkapkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:
    “ Lailatul Qadr adalah malam yang cerah, tentram dan tenang, tidak panas dan tidak dingin, dan matahari pada esok harinya itu pun bersinar kemerah-merahan lemah. ”
  2. Keesokan harinya cahaya matahari agak meredup, bersinar cerah namun tidaklah terlalu kuat. Ubay bin Ka’ab r.a berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda:
    “ Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa ada sinar seperti nampan ”
  3. Bulan nampak separuh bulatan. Abu Hurairoh r.a pernah mengungkapkan bahwa mereka pernah berdiskusi tentan ‘malam ini’ disamping Rasulullah SAW lalu beliau bersabda:
    “ Siapakah diantara kalian yang masih ingat, tatkala bulan muncul yang berukuran separuh nampan ”
  4. Sewaktu malam nampak terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada aktivits meteor yang jatuh di galaksi. Rasulullah SAW bersabda:
    “ Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tak ada awan, tak ada hujan, tak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan) ” (HR. At-Thobroni dengan Sanad Hasan, sebagaimana hadist dari Watsilah bin al-Aqso’)
  5. Terbawa kedalam mimpi. Beberapa sahabat Rasulullah SAW mengalami mimpi berjumpa dengan malam yang penuh kemuliaan ini.
  6. Orang yang beribadah pada malam tersebut akan merasakan kenikmatan beribadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Allah, yang mana tidaklah seperti malam-malan yang biasanya

Do’a malam Lailatul Qadar :

“Allahumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”

“Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku”

Suatu malam yang hanya akan hadir setahun sekali, untuk itu marilah sebagai umat muslim kita berlomba-lomba beribadah demi mendapatkan kemuliaan dan berkah dari sebuah malam istimewa yakni malam yang lebih baik dari seribu tahun. Sebuah rentang waktu yang belum tentu kita bisa mencapai usia hingga selama itu, sebab seribu bulan sama halnya dengan 83 tahun lebih 4 bulan. Untuk itu, marilah kita manfaatkan usia yang ada untuk mendapatkan keistimewaan malam ini, sebab belum tentu tahun depan kita dapat berjumpa kembali dengan ‘malam kemuliaan’ ini.

Oleh : Sa’adatul Lailiya

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan