Kamis, 12 Juni 2014

Mengenal Strategi Setan Menggoda Manusia - 2 (Habis)

Akan tetapi, begitu mereka melihat teman-teman mereka di bawah memperoleh kemenangan dan saling berebut memunguti harta benda pasukan Musyrik yang ditinggal lari oleh pemiliknya, akhirnya regu pasukan pemanah itu terlena dengan harta benda tersebut dan lupa daratan sehingga meninggalkan perintah Nabi SAW. agar tetap pada posisinya sebagai benteng pertahanan di bukit Uhud. Akibatnya, bukit Uhud itu kosong dari penjagaan regu pemanah, dan pasukan Musyrik mengetahuinya dari kejauhan, sehingga dengan segera pasukan Musyrik di bawah komando Khalid bin Walid melakukan serangan balik yang mematikan sehingga segera berbalik dan kaum Muslimin menderita kekalahan akibat serangan balik tersebut.

Kisah ini memberi pelajaran ketika sudah cinta dengan dunia akan membuat manusia mudah dikalahkan. Bisa membuat manusia menjadi jauh dari Allah SWT. Ambillah dunia seperlunya, khususnya untuk memperkuat ibadah kepada-Nya. Jangan sampai membuat diri menjadi budak dunia sehingga akhirnya dengan mudah diperbudak Setan. Allah SWT. menjelaskan seperti apa penyesalan orang yang begitu cinta dengan dunia saat mereka di hari kiamat kelak. “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi kesadaran itu. Dia berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan kebajikan untuk hidupku ini’. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (adil), dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.” (QS. Al-Fajr: 23-26)

Ketiga, menggoda dari sebelah kanan dengan menanamkan keraguan terhadap syariat. Godaan ini mengakibatkan manusia menjadikan kehidupan dunia sebagai persoalan sepele saja. Ia menganggap bahwa ibadah-ibadah yang dilakukan tidaklah bermanfaat untuknya. Bahkan, shalat tidak dianggapnya sebagai kewajiban. Ia menganggap shalat hanyalah sebagai tanda bahwa ia seorang muslim. Sehingga ketika terlupa atau tidak shalat, ia menganggapnya sebagai hal yang biasa. Begitu juga dengan ibadah-ibadah fardhu yang lain, seperti puasa, zakat dan haji.

Bahkan godaan Setan dari sebelah kanan bisa membuat manusia sepele dengan agamanya, yaitu sepele degan segala hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Di sinilah seseorang tidak lagi memandang efek samping atau dosa yang dilakukannya ketika korupsi. Ia memandang bahwa mencuri atau mengambil hak orang lain itu hukumannya tidak ada. Padahal, Allah sudah menggariskan apa hukuman yang akan diterima pencuri atau pengambil hak orang lain. Di sinilah, seseorang yang terbujuk rayuan setan dari sebelah kanan menganggap bahwa semua aturan yang ditetapkan Allah SWT sebagai permainan saja. Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Kitab (al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 231)

Keempat, menyesatkan manusia dari kiri, yaitu dengan merangsang manusia untuk berbuat maksiat. Sehingga kemaksiatan dan dosa dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan, indah, menguntungkan dan membahagiakan. Allah SWT. berfirman, “ Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Faathir: 8)

Walhasil, menjadi keharusan kita untuk berlindung kepada Allah Swt. dari segala godaan setan. Tujuannya, agar tidak tersesat dan mengalami penyesalan nantinya di hari kiamat.

Oleh: H. Rahmat Hidayat Nasution

2 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan