Kamis, 12 Juni 2014

Muslim Mesti Bekerja Seperti Rasulullah Saw - 2

7 Kunci Rasulullah Saw. dalam Bekerja

Rasulullah Saw. adalah uswatun hasanah (tauladan yang baik) bagi umatnya. Termasuk dalam hal bekerja. Rasulullah Saw. sebelum diangkat menjadi Rasul Allah juga terkenal sebagai pekerja yang tangguh. Sehingga kesuksesannya dalam berdagang dan memelihara hewan tak diragukan lagi. Karena itu, menjadi penting bagi umatnya untuk meniru bagaimana Rasulullah Saw. bekerja. Meski profesi berbeda, tapi kunci keberhasilannya tetap sama.

Ada tujuh kunci sukses Rasulullah Saw. dalam bekerja. Pertama, Rasulullah Saw. selalu bekerja dengan profesional yang terbungkus dalam cara yang baik dan tidak asal-asalan. Persis seperti Sabda Nabi Muhammad Saw.,”Sesungguhnya Allah menginginkan jika salah seorang dirimu bekerja hendaklah meningkatkan kualitasnya.” Kedua, Muhammad bin Abdullah tak pernah menyia-nyiakan kesempatan sekecil apa pun. Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa yang dibukakan pintu kebaikan, hendaklah ia mampu memanfaatkannya karena ia tidak tahu kapan ditutupkan kepadanya.” Maka tak heran bila dalam bekerja Nabi Saw. kerap menggunakan manajemen yang baik, perencanaan yang matang dan jelas, memiliki tahapan-tahapan dan punya skala prioritas. Ketiga, Nabi Muhammad Saw. dalam bekerja orientasinya adalah masa depan. Sehingga di dalam dirinya terkandung karakter visioner yang dalam bekerja selalu dilakukan dengan benar-benar terarah dan fokus. Hal ini senada dengan firman Allah Swt., “Hai orang-orang yang bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 8)

Keempat, Rasulullah Saw. adalah sosok orang yang tak suka menunda-nunda pekerjaan. Beliau selalu bekerja dengan tuntas dan berkualitas karena menerapkan ayat al-Qur’an yang diwahyukan kepadanya. Firman Allah Swt., “Maka jika kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS. Al-Insyiraah [94]: 7) Kelima, bila pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok, Rasulullah Saw. kerap membentuk tim solid dan percaya pada cita-cita bersama. Allah Swt. berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Keenam, Rasulullah Saw. adalah pribadi yang sangat menghargai waktu. Tak pernah berlalu waktu dalam hidupnya kecuali menjadi nilai plus bagi diri Rasulullah Saw. dan umatnya. Ini aktualisasi dari firman Allah Swt.,” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashar: 1-3) Ketujuh, Yang paling penting bagi Rasulullah Saw. adalah, ia dapat menjadikan pekerjaannya sebagai aktualisasi dari keimanan dan ketakwaan. Makanya tak pernah kelihatan Rasulullah Saw. sibuk menumpuk harta kekayaan. Padahal, ia adalah bisnisman yang sukses. Punya usaha dengan skala besar. Namun, usahanya tersebut tak membuatnya terpesona dengan dunia dan isinya.

Oleh karena itu, marilah kita bekerja seperti Rasulullah Saw. agar hidup kita sejahtera. Sejahtera bukan hanya untuk diri sendiri, tapi bagi keluarga dan umat Islam. Tak ada kebahagiaan yang tertinggi kecuali kita menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Oleh: H. Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan