Kamis, 12 Juni 2014

Pentingnya Menuntut Ilmu



Buku : Lezatnya Menuntut Ilmu (Begini Seharusnya Anda Menuntut Ilmu)
Penulis : Qosim Nursheha Dzulhadi
Penerbit : Indie Publishing
Tahun Terbit : Maret, 2012
Halaman : vi + 136 halaman
Peresensi : Rahmat Hidayat Nasution

Di dalam Islam telah ditetapkan bahwa menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita. Kewajiban tersebut diperkuat dengan dalil-dalil qath’I, baik al-Qur’an maupun Sunnah. Malah, berdasarkan dalil-dalil tersebut, Imam Al-Ghazali berani menyatakan dengan tegas, “al-‘ilm bila ‘amal junun, wa ‘amal bila ‘ilm la yakun” (Ilmu tanpa amal gila, dan amal tanpa ilmu sia-sia)

Bagi para penuntut ilmu, di dalam belajar ada beberapa etika yang mesti dimiliki. Tujuannya, agar menjadi pribadi yang mulia bukan saja di sisi manusia tapi juga di sisi Allah Swt. Karena Allah, jika ingin memberikan kebaikan kepada seseorang maka akan diarahkannya menjadi orang yang berilmu. Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa saja yang dikehendaki oleh Allah mendapat kebaikan, Dia akan menjadikannya orang yang paham dalam urusan agama dan ilham (inspirasi)”. (Muttafaq ‘Alayh)

Adalah buku “Lezatnya Menuntut Ilmu: Begini Seharusnya Anda menuntut Ilmu” yang ditulis Oleh Qosim Nursheha Dzulhadi ini memaparkan segala hal yang berkaitan dengan para penuntut ilmu. Di antaranya, ihwal pandangan Imam al-Nawawi tentang tiga adab seorang murid dalam menuntut ilmu. Yaitu, (1) jangan manja ketika diserang penyakit yang sepele; (2) harus serius dalam mendapatkan buku-buku yang dibutuhkan untuk mempertajam pengetahuan yang sudah dimilikinya, baik dengan cara membeli atau meminjam; (3) Dianjurkan untuk berterima-kasih kepada orang yang telah meminjamkan buku. (hal. 33-35)

Selain itu, penulis yang juga seorang guru di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Sumatera Utara juga memuat kisah-kisah para penuntut ilmu yang masyhur namanya, seperti Imam as-Syafi’I, Imam al-Ghazali, Ibnu Taimiyyah hingga Buya Hamka. Dari kisah-kisah tersebut para pembaca dimotivasi untuk tak pernah berhenti menuntut ilmu. Plus, beberapa sikap teladan yang mesti dimiliki oleh para penuntut ilmu. Hampir setiap tokoh yang diceritakan tak pernah luput untuk mengikat apa yang mereka tahu dan pelajari dengan menuliskannya kembali. Di sinilah salah satu letak kekuatan ilmu para ulama terdahulu. Sehingga tak mengherankan kenapa mereka mampu menulis buku berjilid-jilid. Tak ada kepuasan para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu. Mereka benar-benar haus akan ilmu pengetahuan.

Buku yang memiliki ukuran 13 x 19 cm ini dibagi penulis menjadi lima bagian. Yaitu, keutamaan ilmu dalam Islam, kemuliaan para penuntut ilmu, mengamalkan ilmu, teladan para penuntut ilmu, dan nasihat bagi para penuntut ilmu.

Akan memberikan pemahaman yang tepat ihwal menuntut ilmu, ketika selesai membaca buku ini dilanjutkan dengan membaca buku “Surat Cinta Ghazali” yang ditulis oleh Islah Gumian. Karena di dalam buku yang diterbitkan oleh Mizania tersebut terdapat juga banyak nasehat yang layak dimiliki oleh para penuntut ilmu. Bila mengamalkan kedua isi buku tersebut akan menjadikan Anda pribadi penuntut ilmu yang mulia. Mulia di sisi manusia dan mulia di sisi Allah Swt.

Buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang menuntut ilmu, terlebih istimewa untuk para remaja, baik yang duduk di bangku sekolah menengah maupun di perguruan tinggi. Karena di tangan para remaja masa depan bangsa dan agama yang suci ini. Selamat membaca!

Oleh : Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan