Sabtu, 07 Juni 2014

Seri Terapi Penyakit Hati (6): Menyibukkan Hati, Pikiran dan Anggota Tubuh dengan Kebaikan

Menyibukkan diri dengan hal-hal kebaikan adalah salah satu upaya terbaik untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan. Karena, kalau diri tidak disibukkan dengan kebaikan, maka ia akan disibukkan oleh keburukan. Ketika hati tidak disibukkan dengan kebaikan, maka ia akan disibukkan oleh angan-angan negatif dan kemaksiatan. Jika pikiran tidak disibukkan dengan kebaikan, maka ia akan disibukkan oleh pikiran jahat. Dan, jika anggota tubuh tidak disibukkan dengan kebaikan, maka ia akan disibukkan oleh aktivitas keburukan.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menyibukkan hati, pikiran dan anggota tubuh dengan kebaikan? Berikut adalah beberapa aktivitas yang bisa menjadi pilihan bagi kita untuk menyibukkan hati, pikiran dan anggota tubuh dengan kebaikan:

Beberapa aktivitas yang bisa menjaga kita agar senantiasa berada dalam kebaikan diantaranya, yaitu:

a. Dzikir (mengingat Allah) dalam semua keadaan.

Dzikir sebenarnya adalah aktivitas hati dan jasad. Hati mengingat Allah, sementara jasad merealisasikannya melalui berbagai aktivitas yang membuat seorang hamba senantiasa mengingat dan mendekatkan diri pada Tuhan-nya. Senantiasa berdzikir baik dengan hati, lisan atau pun anggota badan, akan menjaga hati senantiasa ingat pada Allah. Hati akan jauh dari angan-angan kosong dan pikiran jelek. Sehingga ia (hati) tetap bersih dan terjaga dari kotoran maksiat.

b. Menunaikan setiap pekerjaan dengan sungguh-sungguh.

Menunaikan amanah pekerjaan yang baik adalah kesibukan yang mulia, yang akan menjauhkan kita dari aktivitas-aktivitas negatif yang tiada berguna.

c. Memiliki waktu khusus untuk tilawah Al quran

Tilawah Al quran termasuk salah satu aktivitas dzikir yang mengingatkan kita pada Allah. Milikilah waktu khusus untuk membacanya, karena di dalamnya terkandung ilmu dan keberkahan. Tilawah Al quran adalah amunisi ruh terbaik bagi seorang muslim.

d. Silaturahmi

Silaurahmi menjadi pengikat persaudaraan atau hubungan sosial dengan sesama manusia. Menjalin silaturahmi merupakan aktivitas positif selama ia tidak dikotori dengan kejelekan seperti ghibah, fitnah dan perbuatan tercela lainnya.

e. Berkumpul dengan orang-orang sholeh

Adalah keharusan bagi kita untuk memiliki saudara-saudara yang sholeh yang senantiasa mengingatkan kita pada kebaikan.

f. Membaca bacaan yang bermanfaat

Manfaatkan waktu luang untuk kegiatan bermanfaat, diantaranya yaitu membaca. Miliki koleksi bacaan bermutu di kamar atau perpustakaaan pribadi kita. Atau minimal, miliki kartu perpustakaan sekolah, kota, wilayah atau bahkan taman bacaan. Sehingga kita senantiasa memiliki akses bacaan bermutu setiap waktunya.

g. Menonton acara-acara yang bermanfaat

Menonton atau menyaksikan acara-acara bermanfaat bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang.

h. Mengikuti berbagai aktivitas sosial.

Sebagai mahkluk sosial, kita dituntut untuk senantiasa peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Tidak terkecuali orang lain yang berada jauh dari lingkungan kita. Terlibat dalam aktivitas sosial, akan mengasah rasa simpati dalam hati kita. Dan yang terpenting adalah menjauhkan diri kita dari kesibukan-kesibukan lain yang dapat melalaikan hati.

Selain itu, masih banyak aktivitas-aktivitas lain yang bisa dilakukan. Semoga, kita bisa memilih mana yang terbaik diantara sekian banyak aktivitas-aktivitas positif itu. Iringi setiap aktivitas tersebut dengan niat ikhlas semata karena Allah. Insya Allah semua kesibukan itu akan menjauhkan hati kita dari kelalaian dan berbagai penyakit hati lainnya.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Al-Jauzi, I. Q. 2005. Terapi Penyakit Hati. Qisthi Press. Jakarta
Husna, A. 2012. Ketika Merasa Allah Tidak Adil. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan