Sabtu, 07 Juni 2014

Syukur dan Kunci Hidup Bahagia - Habis

Kedua, selalu memuji Allah dalam segala kondisi. Ini sangat gampang dipahami. Apa pun yang terjadi dengan diri kita tetaplah bersyukur. Sedang bahagia, pantas bersyukur. Sedang dapat kesusahan juga pantas bersyukur. Terkadang kita nelangsa atau marah-marah bila mendapat musibah, padahal kita harus ingat bahwa Allah sangat sayang dengan kita sehingga dihadirkannya musibah. Seharusnya kita sabar sambil bersyukur, karena Allah sedang mengingatkan kita. Mengingatkan bahwa harta atau barang yang hilang memang bukan milik kita. Mengingatkan juga bahwa Allah akan hadirkan suasana baru yang lebih pantas dan tepat untuk kita.

Oleh karena itu, sering-sering sebelum tidur bersyukur kepada Allah. Ingat keberhasilan apa yang sudah dicapai hari ini. Tidak mesti keberhasilan itu yang sifatnya besar. Buat Anda yang berprofesi penulis lalu hari ini bisa membuat tulisan, baik dibaca orang lain atau tidak, mesti bersyukur. Karena Anda bisa menuangkan ide yang sedang berkecamuk di kepala. Anda yang berprofesi sebagai guru, pantas untuk bersyukur karena sudah bisa mentransfer ilmu dan membantu orang lain untuk memahami ilmu. Anda yang bekerja sebagai pegawai di instansi juga layak bersyukur karena Anda sudah membantu pimpinan Anda sehingga ia bisa mempertanggungjawabkan amanah jabatannya. Anda yang masih kuliah dan sekolah, wajib bersyukur karena masih bisa menuntut ilmu. Anda yang ibu rumah tangga harus bersyukur karena masih bisa melayani suami dan anak-anak.

Ketiga, memahami bahwa nikmat yang dimiliki adalah kendaraan menuju Allah. Artinya, apa pun yang dimiliki saat ini jadikan sebagai kendaraan untuk makin mendekatkan diri kepada Allah. Uang yang dimiliki dijadikan kendaraan menuju Allah dengan rajin bersedekah. Jabatan yang dimiliki dijadikan kendaraan menuju Allah untuk bekerja dengan sebaik-baik pekerjaan. Ilmu yang dimiliki dijadikan kendaraan menuju Allah dengan cara menyarankannya ke orang lain. Bahkan tubuh yang dimiliki pun dijadikan kendaraan menuju Allah dengan cara selalu mengajaknya untuk beribadah kepada Allah, misalnya shalat lima waktu dilakukan dengan berjamaah di mesjid.

Keempat, Tahu balas budi dan terima kasih. Artinya, jika ada yang berbuat baik kepada Anda berterima kasih kepadanya dan doakan dirinya di dalam doa-doa yang dimohonkan kepada Allah. Ucapkanlah terima kasih kepada guru Anda yang telah mengajari Anda ilmu. Jika mengenangnya, berdoalah kepada Allah untuknya. Ucapkan terima kasih kepada penulis buku yang bisa memotivasi Anda menjadi pribadi yang produktif, dan doakan dia dalam doa-doa yang Anda mohonkan. Ucapkan terima kasih kepada murid-murid Anda karena sudah mau mendengarkan apa yang Anda ajarkan dan jangan lupa doakan mereka juga di dalam doa-doa Anda.

Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah Saw., “Siapa yang telah berbuat kebaikan kepada kalian, maka hendaklah membalasnya. Jika tidak mampu membalasnya, maka berdoalah untuknya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah bersyukur. Sebab Allah Maha mengetahui orang yang berterima kasih dan sangat cinta terhadap orang-orang yang bersyukur. “ (HR. Thabrani)

Sejatinya, dengan mensyukuri yang sedikit maka Allah akan menambahkan rezeki kepada Anda. Yakinlah bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Kini, bagaimana dengan Anda pribadi? Mampukah menjadi ahli syukur?

Oleh: H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc
Penulis adalah Pembimbing Ibadah Umroh di PT. Grand Darussalam dan Pengurus  Lembaga Baca Tulis (eLBeTe) Sumut

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan