Minggu, 08 Juni 2014

Tafsir Surat An-Naba’ 1-16: Kebenaran Muhammad Sebagai Rasul Allah (2)

Tafsir ayat 6-11

Allah Swt. berfirman, “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan. Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.”

Penulis tafsir Ath-Thabari menafsirkan ayat-ayat di atas dengan menuliskan, bahwa Allah menyebutkan kepada orang-orang musyrik tentang aneka nikmat dan anugerah-Nya serta kebaikan-Nya kepada mereka.

Nikmat-nikmat tersebut adalah Allah jadikan bumi ini sebagai hamparan, Allah jadikan gunung-gunung sebagai pasak bagi bumi, agar tenang, tidak guncang dan tidak menggoyangkan penghuni. Allah juga ciptakan kamu berpasang-pasangan. Allah juga tidur sebagai istirahat untuk badan, dan Allah jadikan malam sebagai sebagai pakaian yang maksudnya gelap malam menyelimuti tubuh. Dan Allah jadikan siang sebagai penerangan agar bisa bertebaran mencari penghidupan dan melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kemashlahatan dunia dan mencari karunia Allah.

Tafsir ayat 12-16

Allah Swt. berfirman, Dan Kami jadikan pelita yang Amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?”

Ayat ini masih memiliki hubungan dengan ayat-ayat sebelumnya, namun dalam ayat ini Allah lebih eksklusif lagi menceritakan tentang kebenaran Al-Qur’an dan kemampuan Allah membangkitkan manusia setelah mati. Sehingga apa yang disampaikan Muhammad bin Abdullah adalah benar, dan ia memang benar Rasul Allah.

Di dalam ayat ini, menurut Ibnu Jarir Ath-Thabari, pengarang kitab Tafsir Ath-Thabari, Allah berbicara kepada mereka dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka. Karena al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa mereka. Sehingga Rasulullah Saw. tidak susah-susah menjelaskannya, karena ketika membaca ayat-ayat ini mereka langsung bisa memahaminya dengan mudah.

Apa saya yang dijelaskan Allah? Yang dijelaskan Allah, yaitu:

  1. Tujuh lapis langit yang diciptakan dengan kokoh, tanpa ada keretakan sedikitpun meski ada pergantian siang dan malam;
  2. Matahari yang memiliki cahaya yang amat terang;
  3. Awan yang membawa air hujan.
  4. Tumbuhnya biji-bijian disebabkan air hujan
  5. Tumbuhnya kebun-kebun juga disebabkan air hujan.

Dari 16 ayat surat An-Naba’ ini menjadi kian jelas bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan kalam Muhammad. Dari ayat-ayat ini juga, Allah memberikan gambaran tentang Maha Kuasa-Nya menghidupkan biji-bijian dan buah-buah yang ada di kebun, maka Allah juga Kuasa membangkitkan manusia setelah mati. Oleh karena itu, tak ada jalan untuk mengingkari Allah dan mengingkari kerasulan Muhammad bin Abdullah.

Bagi kita saat ini, ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah sangat kuasa. Lebih kuasa dari apa yang kita pikirkan. Jangankan untuk memberi kita rezeki, Allah juga mampu membangkitkan kita setelah mati. Maka dari itu, masihkah kita menjauh dari Allah yang Maha Kuasa? Masihkah kita tak ingin dekat dengannya agar senantiasa mendapatkan curahan nikmat yang diberikan-Nya? Ingatlah, tak ada kebohongan di dalam al-Qur’an, dan ingatlah ada kebangkitan setelah mati.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan