Minggu, 08 Juni 2014

Tafsir Surat An-Naba’ 21-30: Neraka Jahanam dan Penghuninya - 2

Allah Swt. menjelaskan pada ayat 24-26 ihwal apa saja yang didapat para penghuni neraka Jahanam, “Mereka tidak mendapatkan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapatkan minuman, selain air yang mendidih dan nanah.” Artinya, Allah Swt. menafikan dingin bagi mereka dan menafikan minuman yang dapat mendinginkan perut dan rongga tubuh mereka. Jika pun Allah memberikan minuman kepada mereka hanyalah air yang mendidih dan nanah.

Menurut Sayyid Quthb, pengecualian dengan kata “air yang mendidih dan nanah” adalah pengecualian yang lebih pahit dan lebih pedih. Untuk mengetahui gambaran pahit dan pedihnya minuman tersebut dapat dipahami melalui firman Allah Swt, “Mereka (penghuni neraka) diberi minuman dengan air seperti besi yang mendidih dan meluluhlantakkan wajah” (QS. Al-Kahf: 29) dan “Mereka diberi minum dengan air yang sangat panas sehingga hancurlah usus mereka.” (Qs. Muhammad: 15)

Jadi, kira-kira kesejukan yang dirasakan oleh penghuni neraka Jahanam hanyalah dengan mendapatkan air panas yang memanggang kerongkongan dan perut mereka. Sedangkan minuman yang mereka dapatkan hanyalah nanah yang meleleh dan mengalir dari tubuh orang-orang yang dibakar di dalamnya. Na’udzubillah.

Pada ayat 27 dan 28 dari surat An-Naba’ ini, Allah penyimpangan yang dilakukan oleh para penghuni Neraka Jahanam adalah penyimpangan dalam hal akidah dan penyimpangan mereka dalam ucapan. Di dalam surat Al-Jatsiyah ayat 24 Allah memaktubkan ucapan mereka, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia ini saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.”

Menurut Syeikh Al-‘Utsaimin, orang-orang yang melampaui batas, baik orang-orang musyrik Quraisy maupun yang bukan Quraisy, tidak mempercayai adanya hisab kelak. Sehingga apa yang diceritakan kepada mereka tentang hari akhir tidak memiliki arti apa-apa. Kebohongan mereka dalam hal ini sama seperti kebohongan terhadap para Rasul Allah yang mereka tuduh gila, tukang sihir dan pendusta.

Dan Allah Swt, menunjukkan keadilan-Nya dengan mencatat segala sesuatu yang telah dilakukan manusia, termasuk mereka yang musyrik dan kafir kepada Allah Swt. Di dalam surat Qaf ayat 18 dengan jelas Allah menceritakan pencatatan tersebut, “Tidak ada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

Setelah itu, Allah juga menjelaskan bahwa ketika sudah masuk di dalam Neraka Jahanam, orang-orang kafir maupun musyrik tidak akan mendapat keringanan, bahkan yang mereka dapatkan tambahan azab. Seperti yang dijelaskan Allah di dalam firman-Nya, “Karena itu, rasakanlah. Kami sekali-kali tidak akan menambahkan kepadamu selain Azab.” (QS. An-Naba’: 30)

Di dalam tafsir al-Qurthubi dicantumkan percakapan Abu Barzah dengan Rasulullah Saw. Abu Barzah berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang ayat yang paling keras di dalam al-Qur’an? Rasulullah Saw. pun menjawab, ““Karena itu, rasakanlah. Kami sekali-kali tidak akan menambahkan kepadamu selain Azab.” (QS. An-Naba’: 30); “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain.” (QS. An-Nisa’: 56); “Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. Al-Israa’: 97)

Inilah gambaran tentang Neraka Jahanam dan para penghuninya. Sungguh tak ada manusia yang selamat selain beriman kepada Allah, Rasulullah, dan dengan apa yang dibawa Rasulullah Saw. Ingat, hisab Allah tidak pernah meleset sedikitpun. Kuatkan keyakinan dan semangat dalam beribadah kepada-Nya.

Oleh: H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan