Kamis, 17 Juli 2014

Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Melaksanakan Ibadah Puasa (Bagian 1)

Ada anak bertanya pada bapaknya..
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ada anak bertanya pada bapaknya
Tadarus tarawih apalah gunanya….

Lirik lagu Bimbo di atas mungkin juga pernah terbersit dalam hati kita. Buat apa sih lapar-lapar puasa? Singkatnya, mengapa kita harus melaksanakan ibadah puasa? Satu hal yang pasti, setiap amalan yang disyariatkan oleh Allah pasti ada hikmah dan tujuannya. Demikian juga dengan ibadah puasa. Ada banyak rahasia di balik disyariatkannya ibadah puasa. Diantara rahasia, tersebut ada yang diketahui oleh akal manusia namun tak sedikit juga yang belum mampu dijangkau oleh akal.

Nah, berikut adalah beberapa alasan mengapa kita harus melaksanakan ibadah puasa.

Perintah Allah

Puasa, khususnya puasa Ramadhan adalah salah satu rukun islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim. Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap mukmin yang sudah baligh dan berakal. Kewajiban puasa ini termaktub dalam firman Allah dalam Al quran surat Al Baqaroh ayat 183.

Sarana Menuju Ketakwaan

Allah Swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Al-Baqaroh: 283)

Puasa merupakan salah satu sarana bagi seorang mukmin untuk meraih predikat takwa. Ibadah puasa merupakan bentuk ketaatan seorang hamba para Tuhan-nya. Di mana ketika berpuasa seorang hamba berada pada posisi terdekat dengan Tuhan-nya. Pada saat perut kosong, hati akan bersih dan merasakan kesyukuran tertinggi pada Rabb-nya.

Puasa adalah ibadah khusus yang Allah sendiri yang akan menilainya. Dalam sebuah hadist qudsi yang sahih disebutkan bahwa Allah swt berfirman tentang keistimewaan ibadah puasa ini:

“Setiap amal ibadah putra Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Ia adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud)

Perisai Diri dari Gangguan Syetan

Salah satu hikmah dan tujuan ibadah puasa adalah untuk mempersempit aliran makanan dan darah. Konon, aliran makanan makanan dan darah merupakan tempat masuknya syetan dalam diri manusia. Dengan demikian, puasa bertujuan untuk mempersempit jalan masuknya syetan dalam tubuh. Sehingga, tubuh terlindungi dari bisikan dan gangguan syetan yang masuk melalui aliran darah tersebut.

Media Pendidikan Jiwa dan Pengendalian Hawa Nafsu

Rasulullah Saw bersabda:

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya ia menikah. Sebab nikah dapat mengendalikan pandangan mata dan dapat menjaga kesucian faraj. Orang yang tidak mampu, hendaknya ia berpuasa. Sebab puasa baginya menjadi penawar.” (HR. Jama’ah)

Puasa merupakan salah satu media pendidikan jiwa, menyucikan hati, pengendalian pandangan dan menjaga anggota tubuh dari dosa. Puasa juga berfungsi untuk melemahkan syahwat jahat, dan keinginan untuk bermaksiat. Sehingga, mukmin yang berpuasa diri dan hatinya lebih terjaga dan ruh menjadi suci tidak ternoda.

Bersambung ke bagian 2

Oleh: Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan