Senin, 21 Juli 2014

Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Melaksanakan Ibadah Puasa (Bagian 2)

Sarana untuk Berempati dengan Sesama

Ibadah puasa mengingatkan kita pada saudara-saudara kita yang kondisi ekonominya masih lemah. Kaum fakir dan miskin yang selalu kekurangan dalam hidupnya. Melalui ibadah puasa kita bisa merasakan betapa beratnya menahan keinginan untuk menikmati makan dan minum untuk menguatkan tubuh. Kita yang berpuasa mungkin hanya menahan rasa lapar selama belasan jam saja. Tapi, mereka yang kekurangan, boleh jadi menahan rasa lapar selama berhari-hari.

Jadi, ibadah puasa adalah sarana bagi kita untuk ikut merasakan beratnya menahan haus dan lapar seperti yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kekurangan. Hal ini akan menumbuhkan rasa empati, menyayangi dan keinginan untuk meringankan beban mereka. Dengan cara berbagi sedikit atau banyak rezeki yang dimiliki.

Puasa Itu Penghapus Dosa dan Penyirna Kejahatan

Dalam salah satu hadis-nya Rasulullah Saw bersabda:

“Bertakwalah kepada Allah, di manapun engkau berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang terpuji” (HR. Tirmidzi dari Abi Dzar dan Mu’adz bin Jabal).

Dalam hadist ini Rasulullah Saw mengajarkan pada kita agar mengikuti setiap kejelekan dengan kebaikan. Jika kita sudah terlanjur melakukan sebuah kejelekan, maka bersegeralah melakukan amal kebaikan sebagai gantinya. Insya Allah amal kebaikan itu akan menutupi dosa dan kesalahan yang kita lakukan pada saat berbuat kejelekan. Ibadah puasa adalah salah satu bentuk kebaikan yang disenangi oleh Allah Swt. Ramadhan adalah bulan di mana kita dimotivasi untuk memperbanyak amal kebaikan. Inilah kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai penebus (kafarat) atas dosa-dosa dan keburukan yang telah kita lakukan sebelumnya. Artinya ibadah puasa selama bulan Ramadhan berikut amal sholeh yang menyertainya adalah ikhtiar bagi kita untuk mendapatkan ampunan dari Allah swt atas dosa-dosa yang telah lalu. Ibadah puasa juga mendidik kita untuk taat pada Allah swt. Sehingga syahwat untuk berbuat jahat dan kemungkaran akan terkikis sedikit demi sedikit.

Puasa Itu Menyehatkan

Secara jasmani puasa itu menyehatkan. Saat puasa kita mengosongkan perut dari semua materi yang merusak tubuh, meringankan kerja organ-organ penting tubuh, mengistirahatkan sistem pencernaan dan membersihkan darah. Puasa membuat kerja hati dan jantung kembali normal, ruh menjadi bersih dan akhlak kembali terbina. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa puasa itu menyehatkan, baik secara lahir maupun batin.

Puasa adalah Jihad Melawan Hawa Nafsu

Puasa adalah salah satu bentuk jihad seorang muslim dalam melawan hawa nafsu. Ketika seorang muslim mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik, maka sesungguhnya ia sudah menang melawan hawa nafsu dan dirinya sendiri. Kemenangannya itu sendiri adalah setengah dari sabar. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan tanpa uzur, berarti ia belum mampu mengalahkan hawa nafsunya dan belum mampu mengendalikan dirinya.

Puasa bagi seorang muslim adalah sarana latihan bagi jiwa agar siap menanggung beban dan persoalan yang lebih berat. Ahli puasa adalah orang-orang yang siap mengerjakan tugas-tugas besar di medan dakwah. Termasuk tugas besar untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah yang mengharuskan seorang muslim untuk berkorban, tidak hanya hartanya akan tetapi juga jiwanya.

Jadi, dari rincian di atas bisa disimpulkan bahwa ibadah puasa adalah ibadah pembinaan fisik dan non fisik, pembinaan pribadi dan sosial, serta memperbaiki habluminallah dan habluminannas. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari syari’at puasa ini. Di mana muara dari semuanya adalah untuk meraih derajat takwa di sisi Allah swt.

Oleh: Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan