Selasa, 19 Agustus 2014

3 Macam Puasa dalam Syariat Islam

Puasa adalah salah satu ibadah yang disyariatkan dalam islam. Secara bahasa puasa adalah ash-shiam yang maknanya sama dengan al-imsak yaitu menahan. Jadi puasa artinya adalah menahan diri dari melakukan sesuatu. Sementara itu secara istilah pengertian puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa –seperti makan, minum, berhubungan suami istri—dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sebagaimana firman Allah dalam Al quran yang artinya:

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga malam hari.” (QS. Al Baqaroh: 187)

Kita baru saja selesai melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan yang telah disyariatkan dalam islam. Apakah dengan berakhirnya bulan Ramadhan selesai pula syariat puasa bagi kita? Tentu saja tidak. Selain puasa Ramadhan, dalam syariat islam kita juga mengenal bentuk ibadah puasa yang bisa kita jalankan di buat lain. Ibadah puasa di luar bulan Ramadhan ada yang hukumnya wajib dan ada juga yang hukumnya sunnah.

Apa saja bentuk ibadah puasa yang disyariatkan dalam islam? Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang 3 macam puasa yang dikenal dalam syariat islam, yaitu:

Puasa Fardhu (Puasa Wajib)

Puasa Fardhu adalah bentuk ibadah puasa yang wajib (harus) dikerjakan oleh setiap muslim yang mukallaf. Ibadah puasa ini wajib dilaksanakan dan berkonsekwensi. Puasa fardhu jika dilaksanakan akan berpahala, sebaliknya jika ditinggalkan akan mendapat dosa. Adapun ibadah puasa fardhu ini meliputi:

  • Puasa Ramadhan yaitu ibadah puasa yang disyariatkan untuk dilaksanakan selama bulan Ramadhan.
    “Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, di mana Allah mewajibkan kalian berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan syetan-syetan dibelenggu…….” (HR. Ahmad, Nasa’I dan Baihaqi).
  • Puasa nadzar, yaitu ibadah puasa yang diwajibkan ketika berniat puasa karena sesuatu. Misalnya, Anda berniat puasa jika berhasil meraih sesuatu. Maka niat puasa tersebut adalah hutang yang wajib Anda lunasi setelah meraih sesuatu tersebut. “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana.” (QS. Al Insan: 7)
  • Puasa kifarat (puasa denda), yaitu ibadah puasa yang harus dilakukan karena melanggar syariat Allah. Seperti bersenggama di siang Romadhan, maka pelakunya wajib membayar denda (kifarat) sebanyak 2 bulan berturut-turut.

Puasa Tathawwu’ (Puasa Sunnah)

Puasa Tathawwu’ atau puasa sunnah adalah puasa yang dianjurkan bagi setiap muslim untuk dilaksanakan. Ada keutamaan bagi siapa saja yang dengan niat ikhlas karena Allah melakukannya. Namun, tidak ada dosa bagi siapapun jika ditinggalkan. Puasa sunnah ini banyak jenisnya, diantaranya yaitu: puasa 6 hari di bulan Syawal (puasa enam), Puasa senin kamis, puasa ‘Asyura, puasa Daud, puasa ‘Arafah dan lainnya.

“Rasulullah Saw pernah ditanya tentang puasa pada hari Arafah, beliau menjawab: puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang. Dan beliau ditanya tentang puasa Asyura, beliau menjawab: puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu. Beliau ditanya tentang puasa senin kamis, lalu beliau menjawab: pada hari itu adalah hari di mana aku dilahirkan, aku dijadikan seorang utusan (Rasul) dan pada hari itu juga aku menerima wahyu.” (HR. Muslim dari Abu Qatadah al-Anshariy ra.)

Puasa yang Diharamkan

Terakhir adalah puasa yang diharamkan. Yaitu ibadah puasa yang dilarang untuk dilaksanakan oleh seorang muslim. Siapa saja yang melaksanakannya tidak akan mendapat pahala, akan tetapi justru akan berdosa. Adapun bentuk puasa yang diharamkan dalam islam antara lain: puasa di hari raya, puasa sepanjang masa, puasa yang dikhususkan pada hari sabtu, puasa yang dikhususkan pada hari jum’at, puasa hari tasy’rik dan lainnya.

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata, “Rasulullah Saw melarang dua jenis puasa, yakni puasa pada hari raya ‘Idul Fitri dan Puasa pada hari raya ‘Idul Adh-ha.” (HR. Muslim).

Nah, demikianlah tiga macam puasa yang dikenal dalam syariat islam. Semoga bermanfaat.

Oleh : Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan