Jumat, 22 Agustus 2014

7 Sifat Manusia Penyebab Dosa Besar / Bag. 2

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan bagian pertama berjudul tujuh sifat manusia penyebab dosa besar. Sifat manusia lainnya yang dapat menjadi penyebab dosa besar adalah sebagai berikut :

Nafsu birahi yang berlebihan

Salah satu insting manusia yang diciptakan Allah adalah insting seksual atau birahi. Pernikahan adalah wadah yang disediakan bagi manusia untuk menyalurkan insting birahi tersebut. Di dalam Surat Ali’ Imraan ayat 14, Allah berfirman bahwa wanita adalah salah satu perhiasan dunia. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Berdasarkan ayat tersebut, manusia memang diciptakan untuk saling tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika manusia tidak dapat mengendalikan nafsu birahinya, maka manusia akan terjebak ke dalam perbuatan seks bebas atau perzinaan. Bukan hanya sekedar perzinaan, manusia pun akan melakukan perbuatan homoseksual atau lesbianisme yang merupakan perbuatan zalim atau perbuatan merusak diri sendiri. Semua itu disebabkan oleh nafsu birahi yang tidak mampu dikendalikan. Perzinaan dan perbuatan zalim homoseksual atau lesbianisme termasuk ke dalam perbuatan keji dan dosa besar

Sifat marah

Salah satu sifat alami manusia adalah sifat marah. Tidak sedikit manusia yang memiliki sifat pemarah. Marah adalah sifat manusia yang lumrah. Namun, sifat ini pun dapat menjadi dosa besar. Tidak sedikit manusia yang berbuat dosa besar karena tidak mampu menahan amarah di hatinya. Misalnya membunuh orang lain, karena tidak mampu menahan marah. Sifat menahan marah lebih baik daripada menjadi orang dengan sifat pemarah. Berhati-hatilah dengan sifat marah. Hadits berikut ini adalah dalil tentang pentingnya menahan marah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari).  “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani)

Sifat rakus atau berlebihan-lebihan

Rakus dapat diartikan sebagai sifat yang berlebihan-lebihan dari sewajarnya. Tidak sedikit manusia yang terjebak di dalam perbuatan yang berlebihan-lebihan. Hedonisme dan materialisme merupakan contoh dari perbuatan ini.

Apabila manusia tidak bisa menghindar dari sifat rakus, maka pada akhirnya manusia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segala sesuatu. Selain itu sifat rakus adalah awal dari mengambil bagian yang bukan menjadi haknya. Korupsi adalah salah satu perbuatan rakus. Sudah tentu, korupsi adalah perbuatan dosa besar.

Ayat berikut ini adalah penjelasan tentang sifat rakus atau berlebih-lebihan. “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."(Al-A'raf:31).

Sifat serakah

Tidak sedikit manusia yang senang mengumpulkan harta lalu menghitungnya. Tidak sedikit pula manusia yang menjadi kikir, karena harta yang berlebih. Kedua hal tersebut adalah contoh dari perbuatan serakah dari aspek ekonomi. Selain perbuatan serakah dari aspek ekonomi, perbuatan serakah pun dapat ditinjau dari aspek psikologis, misalnya manusia egois yang selalu mengutamakan ego pribadinya.

Sifat serakah adalah awal dari perbuatan dosa besar, karena manusia serakah akan cenderung menggantikan keberadaan Tuhan dengan materi sehingga termasuk perbuatan syirik yang termasuk perbuatan dosa besar. Manusia dengan sifat serakah pun adalah awal dari sifat takabur manusia. Di dalam surat Al-Humazah ayat satu sampai tiga, Allah berfirman bahwa mengumpulkan harta hanya akan mendatangkan malapetaka.

Kesimpulan

Perbuatan dosa besar tentunya dimulai dari sifat buruk manusia. Tanpa disadari bisa saja sifat buruk tersebut ada di dalam manusia sehingga menjadi penyebab perbuatan dosa besar. Tulisan ini menjelaskan beberapa sifat buruk, penyebab dosa besar, yang harus dihindari setiap umat muslim.

Oleh : Rahadian

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan