Jumat, 01 Agustus 2014

Membangun gaya hidup Islami

Islam tidak bisa hanya dipandang sebagai agama saja tetapi juga mengajarkan seluruh sisi kehidupan manusia termasuk gaya hidup atau lifestyle. Gaya hidup Islami memang berbeda dengan gaya hidup pada umumnya terutama gaya hidup masyarakat sekuler yang hedonisme. Gaya hidup Islami tidak hanya berorientasi kepada dunia saja tetapi juga kepada akhirat.

Tidak sedikit manusia yang ingkar dan mengambil jalan yang salah karena gaya hidup yang salah. Dengan mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam tentang gaya hidup, maka hidup anda pun semakin bermakna dan bernilai serta menjauhkan anda dari kekufuran. Berikut ini adalah beberapa ajaran Islam tentang gaya hidup yang dapat anda terapkan di hidup anda.

Menjaga silaturahmi

Berbeda dengan gaya hidup masyarakat barat yang cenderung individualistik, gaya hidup Islami dibangun oleh nilai-nilai silaturahmi..Gaya hidup yang penuh dengan nilai-nilai silaturahmi akan mendatangkan kebaikan bagi manusia.

Hadits di bawah ini menerangkan tentang bagaimana pentingnya silaturahmi bagi manusia.

"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? 'Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,' sabda Rasulullah SAW, 'adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).

Salah satu kebaikan dari silaturahmi adalah terbangunnya ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan yang kuat dan erat sesama umat muslim.

Membangun ketaatan

Ketaatan merupakan gaya hidup yang harus dibangun oleh setiap muslim. Ketaatan artinya melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dengan ketaatan yang kuat, maka manusia akan dijauhkan dari perbuatan maksiat. Tanpa ada ketaatan, maka manusia akan terbiasa dengan perbuatan maksiat yang pada akhirnya akan membinasakan manusia tersebut.

Berbeda dengan gaya hidup khas westernisme yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan, gaya hidup Islam dibangun oleh ketaatan yang kuat.

Surat Al-Anfaal ayat ke-20 menerangkan tentang pentingnya ketaatan.

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)”

Dengan demikian, gaya hidup seorang muslim harus dibangun oleh ketaatan.

Tidak berlebih-lebihan

Islam melarang umatnya untuk berlebih-lebihan dalam segala hal. Sifat boros dan hedonistik merupakan contoh sifat berlebih-lebihan. Makan dan minum dalam porsi yang sangat banyak pun merupakan contoh dari sifat berlebih-lebihan.

Ayat di bawah ini merupakan dalil Al-Quran tentang dilarangnya gaya hidup berlebih-lebihan

“ Dan Janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.“(QS. Al-An’am/6:141) “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan dan syetan itu adalah sangat ingkar terhadap Tuhannya”. (QS. 17 : 27). 

Berdasarkan ayat 17:27, gaya hidup yang berlebih-lebihan sama dengan perbuatan ingkar. Gaya hidup yang berlebih-lebih sama saja dengan menyia-nyiakan rizki yang sudah diberikanNya. Oleh karena itu hidup dengan sederhana, secukupnya, dan seperlunya harus menjadi gaya hidup muslim.

Oleh : Rahadian

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan