Kamis, 30 Oktober 2014

Bagaimana Hukum Euthanasia?

Sebelum mengulas lebih dalam mengenai Euthanasia, akan dipaparkan terlebih dahulu pengertian dari Euthanasia. Euthanasia dapat diartikan suatu tindakan menghilangkan nyawa manusia dengan sengaja tanpa merasakan sakit, di mana didasari dengan rasa kasih sayang. Adapun tujuannya untuk meringankan sakit yang dialami si penderita. Dalam bahasa arab Euthanasia disebut “qatl rahmah” yakni membunuh karena kasih sayang.

Euthanasia ini dapat dibagi menjadi tiga macam di antaranya euthanasia agresif (al – fa’al), euthanasia pasif (al – munfa’il), lalu euthanasia non agresif. Yang pertama, Eutanasia Agresif (al – fa’al) yakni suatu perbuatan yang dilakukan secara sengaja oleh ahli medis untuk menyudahi hidup si pasien atau si penderita, dengan menyuntikan zat – zat mematikan ke tubuh pasien, memberinya obat – obatan secara overdosis, atau obat – obatan yang mematikan. Di mana eutanasia pada bentuk ini, dipecah menjadi dua :

  1. Hukumnya haram apabila tanpa persetujuan pasien dan sangat bertentangan dengan kemauan pasien. Bahkan tindakan tersebut teramat bertentangan dengan firman Allah SWT berikut :

    “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.” (QS. Al Israa : 33).

    Dari paparan ayat tersebut, bahwa nyawa manusia adalah suci dan tak boleh melenyapkan kecuali dengan alasan yang sesuai dalam syariat Islam, layaknya orang yang murtad dan dalam hukum qishas, lalu hukuman rajam bagi muhsan (sudah menikah) yang berzina. Sebaliknya membunuh pasien yang dilandasi kasih sayang, tidak masuk dalam kategori tersebut, maka dapat dikatakan perbuatan yang haram. Perlu diingat juga, bahwa yang menghidupkan dan mematikan hanya Allah SWT seperti dalam firmanNya :

    “Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Ali Imran : 156).

  2. Dengan persetujuan atau keinginan pasien sendiri, yakni seorang pasien yang memiliki sakit keras, sedangkan si pasien sudah tak sanggup lagi menahannya dan meminta dokter untuk segera menyudahi hidupnya. Perbuatan ini tergolong haram karena termasuk tindakan bunuh diri. Dan juga bertentangan dengan firmanNya :

    “Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu, dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu, dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Qs. An Nisa’ : 29).

Kemudian yang kedua Euthanasia Pasif (al – munfa’il) adalah tidak dilakukan langkah – langkah aktif secara medis yang diharapkan dapat memperpanjang hidup pasien. Maka hal ini seharusnya dilihat dulu. Tindakan ini diambil oleh ahli medis seusai berbagai upaya yang dilakukan terhadap pasien. Namun tak ada tanda – tanda perkembangan dari pasien serta harapan yang pasti, maka ahli medis tak melakukan langkah – langkah selanjutnya, kecuali menyerahkan urusannya hanya kepada Sang Khalik. Berikut alasan atas tindakan ini :

  • Dokter sudah melakukan segala upaya, dan Allah tidak membebani seseorang melewati batas kemampuannya.
  • Tak ada niatan untuk membunuh si pasien, kecuali menyerahkan urusan tersebut hanya kepada Allah SWT.

Dan yang terakhir Euthanasia Non Agresif yaitu si pasien menolak secara terang – terangan mengenai perawatan medis. Hal ini harus dilihat dulu berikut :

  • Apabila seorang pasien merasa putus asa hingga ia menolak segala bentuk perawatan medis, maka digolongkan perbuatan haram karena termasuk perbuatan bunuh diri.
  • Namun jika pasien menolak perawatan, dikarenakan ia meyakini jika kesembuhan bisa didapat karena Allah dan bertawakal kepada Allah semata, dan tak ada sama sekali niat untuk mengakhiri hidup, perbuatan ini dibolehkan dalam Islam. Perlu disampaikan juga, bahwa hukum berobat atas penyakit sendiri masih diperdebatkan oleh para ulama. Ada yang mengatakan mubah hukumnya, mustahab, bahkan sebagian kecil mengatakan wajib.

Oleh : Ardan Esand
Sumber : Majalah Islam Ar – Risalah Edisi 89 Vol. VIII No.5

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan