Kamis, 09 Oktober 2014

Keutamaan Melaksanakan Amal Shalih di Hari Arafah

Memasuki bulan Dzulhijjah, ummat islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih. Terutama pada hari-hari yang memiliki keutamaan besar seperti hari Arafah. Pada hari tersebut kita dianjurkan untuk berpuasa, memperbanyak sedekah, berdoa dan berdzikir pada Allah swt.

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Yakni hari di mana orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang wukuf di padang Arafah. Hari Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Diriwayatkan, bahwa dinamakan hari arafah karena pada malam tarwiyah (sehari sebelum hari arafah) Nabi Ibrahim pernah diperintahkan dalam mimpinya untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Mimpi tersebut sempat membuat Nabi Ibrahim bimbang dan bersedih. Apakah ini benar-benar perintah dari Allah, atau hanya sekedar mimpi biasa. Nabi Ibrahim mohon petunjuk pada Allah Swt. Pada malam berikutnya, Nabi Ibrahim kembali bermimpi hal yang sama dalam tidurnya. Sehingga Nabi Ibrahim pun ‘arafa (mengetahui dan meyakini), bahwa mimpi tersebut benar-benar perintah dari Allah swt. Karena itu disebutlah hari itu sebagai hari Arafah, yakni hari yang mulia dan memiliki keutamaan yang besar.

Puasa di hari Arafah sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji. Sedangkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji, menurut mayoritas ulama disunnahkan untuk berbuka. Mengingat, pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) tersebut, jamaah haji sedang melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Dikhawatirkan kalau dipaksakan terus berpuasa di hari tersebut, bisa mengganggu kekhusukan ibadah mereka di Arafah.

Dalam salah satu hadist diriwayatkan bahwa, Ibnu Umar pernah mengatakan; “Aku pernah menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah Saw dan beliau tidak berpuasa pada hari Arafah. Juga pernah bersama Abu Bakar, di mana ia juga tidak berpuasa. Demikian juga bersama Umar dan Ustman, yang mereka juga tidak berpuasa pada hari itu. Untuk itu, aku tidak berpuasa pada hari itu dan tidak juga memerintahkan atau melarangnya.” (HR. At-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Abu Hurairah mengatakan; “Rasulullah Saw melarang berpuasa pada hari Arafah di Arafah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’I dan Ibnu Madjah).

Namun, puasa sunnah Arafah sangat utama dan dianjurkan untuk dilaksanakan bagi kaum muslimin yang sedang tidak melaksanakan rangkaian ibadah haji. Dalam salah satu hadis-nya Rasulullah Saw pernah mengatakan tentang keutamaan puasa Arafah, yakni dapat menghapus dua selama dua tahun, yakni satu tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.

“Puasa pada hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Imam Muslim).

Hari Arafah adalah hari yang penuh dengan keutamaan dan kemuliaan. Hari di mana Nabi Ibrahim mendapatkan keyakinan dan keteguhan hati untuk melaksanakan perintah besar dari Tuhan-nya. Tidak hanya ibadah puasa yang disukai oleh Allah Swt pada hari tersebut. Semua amal shalih yang dilaksanakan dengan ikhlas karena Allah akan mendapatkan keutamaan yang besar di sisi Allah.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Hamdi, A. tanpa tahun. Berkah dan Keajaiban Ibadah Puasa, Rahasia Islam untuk Menggapai Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Jakarta: Sandro Jaya.
Uwaidah, S. K. M. 1998. Fiqh Wanita. Jakarta: Penerbit Al Kautsar.

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan