Rabu, 01 Oktober 2014

Kriteria Hijab Syar’i

Saudari muslimah, sudahkah Anda berhijab? Hijab bukan hal yang asing lagi dewasa ini. Hampir setiap hari kita bisa menyaksikan para muslimah berhijab di mana-mana. Baik di masjid, sekolah, tempat kerja, pasar tradisional hingga supermarket. Kaum muslimah berlomba-lomba mengenakan busana muslimah sebagai wujud ketundukan pada syariat sekaligus .identitas diri seorang muslimah yang baik.

Namun, pertanyaannya adalah sudah sesuai syariatkah hijab yang kita gunakan? Yah, sebagaimana dimaklumi, hijab yang digunakan muslimah dewasa ini banyak yang keluar dari koridor syar’i. Seperti maraknya fenomena jilboob atau jilbab lepat di tengah-tengah remaja putri kita. Nah, sudahkah hijab yang digunakan sesuai syar’i? Yuk intip 5 kriteria hijab syar’I berikut ini:

Menutupi Seluruh Tubuh

Hijab yang syar’I harus menutupi seluruh tubuh, sebagaimana firman Allah dalam Al quran:

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (QS. Al Ahzaab: 59).

Terkait kriteria menutupi seluruh tubuh ini memang masih ada perbedaan pandangan di kalangan ulama. Apakah yang dimaksud seluruh tubuh itu termasuk muka dan telapak tangan atau tidak? Namun, sebagian ulama memfatwakan diperbolehkan memperlihatkan muka dan telapak tangan. Menutup wajah (menggunakan cadar) dan telapak tangan adalah sunnah, bukan suatu hal yang diwajibkan. Jadi, menutupi seluruh tubuh yang dimaksud oleh ayat di atas adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Tebal, Tidak Transparan

Hijab syar’I haruslah terbuat dari kain yang tebal, dan tidak tipis. Karena tujuan menggunakan hijab adalah untuk menutupi aurat. Jika hijab yang digunakan masih memperlihatkan aurat, artinya hijab yang digunakan belum sesuai syar’i. Nah, hijab yang tipis dan transparan masih memperlihatkan anggota tubuh yang ditutupinya.

Rasulullah Saw bersabda, “Diantara yang termasuk ahli neraka ialah wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang berjalan dengan lenggak lenggok untuk merayu dan untuk dikagumi. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium harumnya.” (HR. Muslim)

Longgar, Tidak Ketat

“Diantara yang termasuk ahli neraka ialah wanita yang berpakaian tapi telanjang, …” (HR. Muslim).

Hijab syar’I haruslah longgar, tidak ketat dan tidak membentuk lekuk tubuh. Lengan baju tidak membentuk lengan, demikian juga bagian badan, pantat dan kaki. Jika pakaian yang Anda gunakan masih membentuk tubuh, sebaiknya ditutupi dengan pakaian luar yang bisa menutupi lekuk-lekuk tubuh tersebut. Inilah yang disebut oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya sebagai ‘berpakaian tapi telanjang’.

Tidak Menyerupai Pakaian Lelaki

Kriteria hijab syar’I lainnya adalah tidak menyerupai pakaian laki-laki. Dalam salah satu hadist-nya Rasulullah Saw bersabda:

“Nabi melaknat seorang laki-laki yang berpakaian seperti perempuan dan seorang perempuan yang memakai pakaian seperti laki-laki.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Tidak Dimaksudkan Untuk Perhiasan Diri

Hijab untuk perhiasan diri maksudnya adalah hijab yang terbuat dari bahan-bahan yang gemerlap sehingga memancing decak kagum dari orang lain yang melihatnya. Hijab sendiri tujuannya adalah untuk menutupi dan menjaga perhiasan atau keindahan dari wanita tersebut. Sebagaimana firman Allah Swt:

“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya.” (QS. An Nuur: 31)

Demikian 5 karakteristik hijab syar’I yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat!

Oleh : Neti Suriana

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan