Senin, 10 November 2014

Mengenal Tanah Haram Mekah

Kita sering mendengar istilah Tanah Haram, mungkin ada yang bertanya, kenapa justru di Tanah Haram rangkaian ibadah haji dilakukan dan munajat seseorang dengan mudah dikabulkan Allah SWT. Tanah Haram berarti tanah yang disakralkan atau tanah suci. Yang terdiri dari dua tempat. Mekah dan Madinah.

Tanah Haram Mekah luasnya kurang lebih 350 km2, dengan titik pusat kota Mekah. Sesuai dengan tradisi di sana, penguasa di kerajaan Arab Saudi digelari Khadimul Harain (Pelayan dua tanah suci). Kenapa tanah Haram diistimewakan umat islam? Di mana batas-batas Tanah Haram.

Diriwayatkan, Mekah merupakan kota yang pertama kali ada di bumi. Menurut catatan sejarah Islam, di sinilah manusia pertama, Nabi Adam alaihi salam, diturunkan dan hidup bersama pasangannya Siti Hawa, ketika Nabi Adam bar tinggal di Mekah, ia memohon kepada Allah SWT agar diselamatkan dari iblis yang telah mencelakakannya di surga.

Doa Nabi Adam terkabul, dan kemudian Allah menurunkan para malaikat untuk turun ke bumi untuk melindungi tempat Nabi Adam tinggal dengan tujuan utama menjaga agar iblis tidak dapat mencapainya. Sekarang tempat malaikat berjaga itulah yang selanjutnya menjadi batas-batas Tanah Haram, yakni arah utara Masjidil Haram 7 km, selatan 13 km, barat 25 km, dan timur 25 km.

Versi lain menyebutkan, seperti yang ditulis Abbas Zarrah dalam buku Mekah Maktabah Markaz Al Haramain At Tijari, batas-batas tanah haram sebagai berikut. Pertama, dari arah Jedah adalah Hudaibiyah, 16,1 km dari Ka’bah. Kedua, dari arah Madinah adalah Tan’im, 6,4 km dari Ka'bah. Ketiga, dari arah Thaif adalah Arafah, 17,7 km dari Ka'bah. Keempat, dari arah Ja’ranah sampai kampung Syi’ib Abdullah Ibnu Khalid, 14,5 km dari Ka'bah. Kelima, dari arah Irak adalah Tsaniyah Al Khal, 11,3 km dari dari Ka’bah. Keenam, dari arah Yaman adalah Adhah, 9,7 km dari Ka'bah.

Dalam tarikhnya, hingga tahun 8 Hijriyah (623 Masehi), Mekah masih bisa ditempati atau dikunjungi oleh orang-orang Nasrani, Yahudi ataupun Non Muslim lainnya. Namun karena orang-orang kafir banyak yang melakukan tindakan- tindakan munafik, ingkar janji dan memusuhi serta menodai syi’ar Islam. Maka sama sekali mereka dilarang masuk Islam setelah tahun 9 Hijriyah.


Ka’bah di Masjidil Haram

Perintah di atas dilandaskan pada firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (jiwanya dianggap kotor karena mempersekutukan Allah) maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini (9H).” (QS. At Taubah :28).

Selain alasan historis tersebut, Tanah Haram menjadi istimewa karena di tempat inilah Allah menetapkan Ka'bah dan Masjidil Haram dibangun dan Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Masjidil Haram tercatat sebagai masjid tertua di dunia yang dibangun oleh Rasulullah. Masjid ini berbentuk empat persegi dan dibangun mengelilingi Ka'bah serta ditetapkan menjadi kiblat shalat bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Dan yang tidak boleh dilupakan, di kawasan Tanah Haram ini adanya larangan memburu binatang, dilarang merusak pepohonan, tanah dan batunya tidak boleh dibawa keluar area, serta non muslim tidak boleh memasukinya.

Oleh : Dodi Budiana
Sumber naskah:
-Ensikopedia Sejarah Islam
-Al Quran
-Abbas Zarrah dalam buku Mekah Maktabah Markaz Al Haramain At Tijari
-Majalah variasari edisi bulan juni 2006
Sumber Foto:
Majalah Variasari edisi bulan juni 2006

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan