Senin, 29 Desember 2014

Ciptakan Keluarga Idaman dengan Ibadah Berjamaah


Tulisan sudah dipindah ke Pendidikan Anak.

Kamis, 18 Desember 2014

Tanda-tanda Taubat yang Diterima

Bertaubat yang sempurna adalah taubat yang dibarengi dengan menyampaikan alasan dilakukannya perbuatan dosa. Yang dimaksud dengan penyampaian alasan di sini adalah kita hendaknya mengatakan dalam hati dan lisan ungkapan-ungkapan yang mengandung makna keterusterangan mengenai jati diri kita sendiri.

Tanda-tanda taubat yang benar dan diterima oleh Allah SWT diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang bertaubat, perilakunya akan meningkat daripada sebelumnya.
  2. Hidupnya senantiasa dihantui oleh perasaan takut akan siksa Allah, dan sebagai balasannya, pada hari kiamat perasaan takutnya itu akan berubah menjadi kebahagiaan , malaikat berkata, “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushilat:30).
  3. Sering menangis di hadapan Allah SWT.
    Hancurnya hati kita tatkala mengenang dosa-dosa kita kepada Allah merupakan indikasi bahwa taubat kita akan diterima, karena dengan demikian kita akan merasa rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa, dan Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang merasa rendah di hadapan- Nya. Umar bin Dzarr mengatakan,” semua kesedihan itu adalah musibah, kecuali kesedihan orang yang bertaubat dari dosa-dosanya.”
  4. Jika berdosa, ia akan merasakan hidupnya begitu sempit.
    Hal ini seperti peristiwa yang menimpa tiga sahabat Nabi Saw, yang mangkir dari perang Tabuk, kemudian mereka merasa berdosa dan terbebani hidupnya selama taubat mereka belum mendapatkan keputusan dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana diungkapkan Al Quran, “Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allahlah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taubah:118)


  5. Menjauhi orang-orang yang buruk perangainya.
    Orang yang telah bertaubat kemudian dia tidak bisa menghentikan kebiasaannya untuk bergaul dengan orang-orang yang berperangai buruk, maka taubatnya tersebut menjadi sia-sia. Bahkan mungkin mungkin akan terjebak kembali kepada dosa yang telah dilaluinya, bahkan bisa jadi dia termasuk kepada golongan hamba yang berdusta atas janjinya.

    Syaqiq Al Balkhi mengatakan, “Tanda taubat yang benar itu adalah menangis atas dosa yang pernah dilakukan, takut terjerumus kembali ke dalam lembah dosa, menjauhi orang-orang yang buruk perangainya, dan senantiasa bergaul dengan orang-orang terpilih atau shaleh.”

Taubat yang terbaik adalah taubat “Nashuha”, yaitu taubat yang dapat mengubah kebiasaan buruk kita, sehingga kita tidak terjerumus untuk kedua kalinya dalam lembah dosa. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa taubat Nashuha dapat diidentifikasi dengan tiga hal. Yaitu pertama, bertaubat atas seluruh dosa yang pernah dilakukan selama hidup tanpa pilih-pilih. Kedua, berjanji dengan sejujur-jujurnya untuk tidak kembali melakukan dosa. Ketiga, menetralisir taubat kita dari berbagai unsur yang dapat merusaknya.

Artinya kita tidak boleh bertaubat dengan tujuan untuk menggapai kebutuhan duniawi kita, seperti kedudukan, kehormatan di mata umum, kekayaan, atau untuk menghindari penghinaan yang dilontarkan oleh orang lain, dan lain sebagainya. Apabila ketiga hal ini dapat kita realisasikan, maka dipastikan taubat kita tersebut merupakan taubat yang paling sempurna.

Oleh : Dodi Budiana
Sumber:
Buku Beribadah dengan Hati Nurani karya Muhammad bin Hasan Tahdzib Madarik As Salikin, h 178-179
Sumber Foto: Majalah Bulanan Ummi ,edisi bulan juli 2010

Selasa, 16 Desember 2014

Mendidik Anak dengan Berenang, Menunggang Kuda, dan Memanah


Tulisan sudah dipindah ke Pendidikan Anak.
 
Template designed by Liza Burhan