Rabu, 07 Januari 2015

Wahai Muslimah, Perbanyaklah Zikir kepada Allah

Dari Yusairah RA – Salah seorang perempuan dari kaum Muhajirin berkata: Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Hendaklah kalian membaca tasbih, tahlil, taqdis dan hitunglah dengan jarimu. Sesungguhnya jari-jari itu akan ditanya dan berbicara. Dan janganlah kalian lalai (dari zikir) sehingga melupakan rahmat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Lewat sabda Rasulullah Saw mengingatkan para muslimah untuk senantiasa berzikir kepada Allah. Kapan pun itu waktunya. Baik saat suci ataupun haid, tetap semangat berzikir kepada Allah. Sebab zikir akan mendatangkan rahmat-Nya. Bila sudah mendapatkan kasih sayang-Nya tak ada hidup yang tak bahagia, kecuali orang-orang yang tak menginginkan akhirat.

Banyak wanita, ketika haidnya datang, ia merasa menyesal. Alasannya sederhana, karena tak bisa ibadah kepada Allah. Bila datang problem, baginya tak bisa shalat. Pemahaman ini adalah pemahaman yang keliru. Ibadah bukan hanya shalat dan puasa saja. Cukup banyak ibadah yang bisa dilakukan, meski sedang haid.

Apa sebenarnya definisi ibadah? Ibadah adalah perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena itu, ibadah terbagi kepada dua. Ibadah mahdhah dan ibadah muamalah. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang bersifat ta’abbudi, ibadah yang hubungannya langsung kepada Allah Swt, seperti shalat, puasa, haji, zikir dan lain-lain. Sedangkan ibadah muamalah adalah ibadah yang hubungannya dengan sesama manusia, seperti silaturrahmi, bersedekah dan lain-lain.

Dari definisi ibadah tersebut, mestinya wanita muslimah yang haid tak perlu galau. Untuk ibadah kepada Allah masih bisa dilakukan dengan zikir. Di dalam hadis ini dijelaskan bahwa wanita tak boleh lepas hari yang dilaluinya dengan zikir tasbih, tahlil dan taqdis. Malah, lebih baik menghitungnya dengan jari. Karena kelak di akhirat, jari ini akan ditanya pertanggungjawabannya. Maka ia bisa menjawab, bahwa ia digunakan lebih banyak untuk berzikir kepada Allah Swt.

Ada juga hadis Rasulullah Saw yang lain untuk para muslimah yang mengandung makna yang sama, yaitu berzikir kepada Allah. Nabi Saw bersabda,

“Wahai kaum perempuan, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena sesungguhnya aku melihat kebanyakan kalian itu penghuni neraka.”

Lalu salah seorang wanita dengan penuh sopan bertanya, ‘wahai Rasulullah, kenapa kaum kami yang banyak penghuni neraka?’ Beliau bersabda, “Kalian banyak melaknat dan mengingkari (jasa)suami, dan aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agama yang lebih banyak menurut orang berakal daripada kalian.”

Wanita tersebut kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kurang akal dan agama?” Beliau bersabda, “Yang dimaksud dengan kurang akal adalah persaksian dua perempuan sebanding dengan persaksian satu laki-laki. Inilah kekurangan akal. Dan perempuan tidak shalat selama beberapa malam dan juga tidak boleh berpuasa Ramadhan. Inilah yang dimaksud dengan kekurangan agama.”
(HR. Ibnu Majah dan Abu Daud)

Imam al-Ghazali mengajarkan ada tujuh dzikir harian yang bisa dilakukan muslimah, baik saat suci maupun haid.
  1. Pada hari Jumat, perbanyaklah membaca Ya Allah. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.
  2. Pada hari Sabtu, perbanyaklah membaca Laa Ilaaha Illallah. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.
  3. Pada hari Minggu, perbanyaklah membaca Ya Hayyu Ya Qayyum. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.
  4. Pada hari Senin, perbanyaklah membaca Laa Haula Walaa Quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiim. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.
  5. Pada hari Selasa, perbanyaklah membaca Shallahu ‘ala Muhammad. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.
  6. Pada hari Rabu, perbanyaklah membaca astaghfirullahal ‘azhiim. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.
  7. Pada hari Kamis, perbanyaklah membaca Subhanallahil ‘azhiimi wabihamdih. Jika mampu, bacalah sebanyak 1000 kali. Jika tidak mampu, bacalah seberapa sanggup.

Karena itu, wahai para muslimah, perbanyaklah zikir kepada Allah Swt. Sebab, tak ada yang dapat membantu dan menolong kita, kecuali Allah. Jangan pernah merasa ketika haid, kedekatan kepada Allah semakin berkurang. Justru, di saat haid kedekatan kepada Allah tetap terus terjaga. Malah, kesempatan mendulang pahala pun sangat terbuka lebar.

Bila selama ini wanita muslimah sudah biasa melakukan ibadah shalat sunnah, namun lantaran haid tidak bisa melakukannya. Maka Allah, tetap memberikan pahala. Kaidah fikih menyatakan,

“Seseorang yang tidak dapat melaksanakan ibadah karena suatu halangan, padahal ia berniat untuk melakukannya jika tiada halangan, maka ia mendapatkan pahala.”

Diperkuat lagi dengan penuturan Aisyah, istri Rasulullah SAW. ‘Aisyah berkata, “Nabi Saw datang menemuiku. Ketika itu, aku sedang menangis. Rasulullah Saw bertanya, “Ada apa denganmu? Aku menjawab, “Aku sedang tidak boleh shalat.” Beliau berkata, “Itu tidak menjadi soal bagimu. Kamu sama dengan anak-anak perempuan Adam lainnya. Allah telah menakdirkan atasmu seperti Dia takdirkan atas mereka. Karena itu tetaplah kamu dalam ibadah hajimu. Barangkali Allah ingin memberimu rezeki dua pahala.” Aisyah berkata, “Akhirnya aku terus melaksanakan ibadah hajiku hingga kami berangkat dari Mina. Kemudian kami singgah di Muhashshab. Lalu Rasulullah Saw memanggil Abdurrahman. Beliau berkata, “Pergilah kamu bersama saudara perempuan itu ke Haram, kemudian berihramlah untuk umrah!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh : Rahmat Hidayat Nasution

Jumat, 02 Januari 2015

Surganya anak di bawah kaki ibu


Tulisan sudah dipindah ke Pendidikan Anak.
 
Template designed by Liza Burhan