Rabu, 04 Februari 2015

Meraih Kunci Surga dengan Menjaga Lisan

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan lisan untuk berkomunikasi secara verbal dengan sesamanya. Tanpa lisan, manusia akan kesulitan menyampaikan apa yang ada di pikiran dan hatinya pada manusia lainnya. Karena itu, peran lisan sangat penting dalam menjaga hubungan baik dengan sesama. Ketika kita bisa menjaga lisan dengan baik, maka hubungan dengan sesama juga akan terjalin dengan baik. Sebaliknya, jika kita tidak bisa menjaga lisan, maka hubungan dengan sesama akan rentan rusak.

Menjaga lisan tidak hanya menjadi kunci keberhasilan hubungan baik dengan sesama. Tetapi juga menjadi kunci untuk meraih surganya Allah dan menyelamatkan manusia dari siksa neraka.

Dari Muadz bin Jabal ra. berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah beritahu aku amal yang akan memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka.” Beliau bersabda, Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Allah swt. Engkau harus menyembah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan dan haji ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat di tengah malam.” Kemudian beliau membaca ayat, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….” Hingga firman-Nya: “….sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajadah: 16-17). Kemudian beliau bersabda kembali, “maukah kuberitahu kalian pangkal agama, tiangnya dan puncak tertingginya?” Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah Saw bersabda, “Pangkal agama adalah Islam (masuk islam dengan syahadat) tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” Kemudian beliau melanjutkan, “maukah kalian aku beritahu tentang kunci dari semua itu? Saya (Mu’adz ra) menjawab, “mau wahai Rasulullah.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “jagalah ini!” Saya (Mu’adz ra) berkata, “wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Beliau kembali menjawab, “Celakalah engkau, bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur ke dalam api neraka dengan mukanya terlebih dahulu itu karena jeratan lisannya?” (HR. Tirmidzi ia berkata, “Hadist ini hasan shahih).

Hadist 1. Hadist An Nawawi 29

Hadist ini mengingatkan pada kita untuk bersungguh-sungguh dalam menjaga lisan atau mulut. Baik terkait dengan apa yang kita ucapkan maupun terkait dengan apa yang kita konsumsi. Hindari mengucapkan perkataan, kecuali yang baik. Dan hindari mengonsumsi sesuatu, kecuali yang dihalalkan.

Memang tidak mudah menjaga lisan terutama dalam berinteraksi dengan sesama. Karena ada nafsu, bisikan syetan dan amarah yang terkadang ikut mengendalikan pikiran dan hati kita. Sehingga, kata-kata atau ucapan yang keluar dari lisan kita terkadang tidak terkontrol dengan baik. Jadi, pantaslah jika Allah memberikan pahala yang sangat besar bagi mereka yang mampu menjaga lisannya dengan baik.

Jaminan Surga untuk Mereka yang Komitmen Menjaga Lisan

Begitu besarnya pengaruh lisan bagi agama seseorang. Bahkan, Rasulullah Saw dalam berbagai riwayat disebutkan selalu mendorong ummatnya agar mampu menjaga lisan dengan baik.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami Umar bin Ali dia mendengar Abu Hazim dari Sahl bin Sa'd dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya (mulut) dan di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga."

Hadist 2. Sahih al-Bukhari 6474

Setiap insan memiliki kebebasan untuk berbicara apa saja. Namun, sebagai makhluk sosial ada batasan-batasan agar tercipta harmoni dalam hubungan sosial satu sama lain. Selain itu, sebagai makhluk beragama kebebasan lisan juga dipagari dengan batasan-batasan norma agama. Pagar pembatas tersebut bukanlah untuk menghambat manusia dalam berkomunikasi. Akan tetapi untuk menjaga keharmonisan hubungan antar sesama manusia.

Satu Kata Menjadi Penentu Kedudukan

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan pada setiap ummatnya. Satu kata yang meluncur dari lisan bisa menjadi penentu kedudukan seorang hamba di akhirat kelak. Sebagaimana yang telah sabda Rasulullah Saw dalam haditsnya,

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Munir dia mendengar Abu An Nadlr telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abdullah yaitu Ibnu Dinar dari Ayahnya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah, suatu kalimat yang ia tidak mempedulikannya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak mempedulikannya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka."

Hadist 3. Shahih Bukhari 6478

Sahabat blogger, demikian pentingnya mengawal lisan kita agar senantiasa terjaga dari mengucapkan hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah swt. Sudah sewajarnya, setiap kata yang meluncur dari lisan kita adalah kebaikan. Karena setiap kebaikan akan mendatangkan kebaikan lain yang berlipat ganda. Dan pada akhirnya akan mengantarkan kita pada kedudukan yang terbaik di sisi-Nya. Semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa menjaga lisan. Aamiin.

Oleh: Neti Suriana
Referensi Hadits:
1. http://sunnah.com/nawawi40/29
2. http://sunnah.com/bukhari/81/6474
3. http://sunnah.com/bukhari/81/6478

1 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan