Senin, 26 Desember 2016

Selalu Berkompetisi dalam Berbuat Kebaikan

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al-Baqarah ayat 148)

Kompetisi adalah hal yang lumrah dilakukan oleh semua insan dalam menjalani kehidupannya. Yang mana ketika dia sedang menghadapi persaingan maka ia harus melakukan kompetisi atau berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan tersebut. Tapi dalam menghadapi persaingan tersebut dan berkompetisi di dalamnya tidaklah dibenarkan melakukan perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt , seperti curang, berkhianat, dan menipu. Cakupan berkompetisi dalam bingkai kehidupan kaum muslimin ialah besar sekali tapi inti dari keutamaan berkompetisi tersebut adalah berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Dalam Al-Quran dan Al-Hadis banyak disebutkan bahwa orang yang melakukan perbuatan baik kepada makhluk ciptaan Allah SWT akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang dikerjakan. Jikalau setiap hari kaum muslimin selalu di hatinya berlomba-lomba ingin terus berbuat kebaikan kepada yang lain maka tak terhitung ganjaran yang akan diterimanya berupa balasan nikmat di dunia dan pahala di akhirat kelak.

Inilah yang di saat ini bagi kalangan umat manusia telah terlupa dan terlena hidup untuk berlomba-lomba dalam berbuat kerusakan dan kemungkaran di muka bumi ini. Adalah korupsi yang bergentayangan telah menyeret banyak pejabat-pejabat yang beragama Islam sebagai tersangka kasus korupsi. Mereka yang korupsi seperti mengabdikan hidup untuk berlomba-lomba dan berkompetisi dalam mengumpulkan dosa dan menyengsarakan rakyat. Di samping itu juga rindu akan kekayaan dunia dan kenikmatan dunia menjadikan umat manusia hidup penuh keserakahan, pamer, riya, ujub dan sombong. Lalu melegalkan segala cara tanpa melihat sisi halal-haramnya lagi adalah sesuatu yang lumrah telah terjadi dalam berlomba-lomba untuk mencapai kekayaan dunia ini dan lupa akan kehidupan di akhirat. Padahal dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 148 tersebut secara tersirat dapat difahami bahwa umur manusia yang hidup di dunia ini ada batasnya sehingga hari-hari yang kita jalani sudah seharusnya digunakan untuk selalu berbuat kebaikan.

Teruslah berbuat baik
Berbuat kebaikan tidak mempunyai batas waktu dan usia karena seyogianya siapapun yang masih melekat nyawa padanya wajib untuk terus berbuat baik kepada siapapun. Berbuat kebaikan tidaklah terbatas pada satu jenis perbuatan saja tetapi apapun yang bisa kita lakukan untuk menolong orang lain dan mendatangkan manfaatkan atasnya adalah bukti kita telah berbuat baik. Dan jika dijabarkan satu per satu contoh dari berbuat baik ialah bersedekah kepada fakir miskin, menolong orang yang sedang kesusahan, menjaga lingkungan, tersenyum kepada orang kita sapa, dan yang lainnya. Sehingga jika setiap tindakan yang kita perbuat adalah tujuannya untuk berbuat baik maka sejatinya kita telah turut serta dalam berkompetisi untuk berbuat kebaikan.

Para sahabat Nabi Muhammad SAW, yang telah umum dikenal seperti Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abdurrahman bin Auf. Adalah sosok figur yang setiap apa dimilikinya dan perbuatannya hanya ditujukan untuk berbuat baik kepada sesama. Sebagaimana diketahui bahwa para sahabat tersebut mempunyai harta yang cukup banyak dan sebagian besar dari harta mereka sengaja disedekahkan kepada umat muslim dan non-muslim yang membutuhkan bantuan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sehingga perbuatan baik yang mereka lakukan tidak hanya diganjar pahala yang tiada tara oleh Allah SWT, tapi juga diingat oleh semua umat muslim sepanjang masa bahwa mereka adalah sahabat-sahabat Rasulullah SAW, yang mengabdikan hidupnya untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan dan merasa rugi bila tidak berbuat baik.

Adapun menjadi pembelajaran bagi kita adalah berbuat baik merupakan sesuatu yang mesti kita praktikkan setiap harinya tanpa mengenal waktu. Dan untuk berbuat baik tidak perlu harus mempunyai ilmu yang tinggi, harta yang melimpah, pengalaman yang matang, atau apapun yang sifatnya harus lengkap terlebih dahulu. Tetapi dalam berbuat kebaikan hanya cukup diperlukan niat yang diperuntukkan untuk mendapatkan ridho Allah SWT, dan mendatangkan manfaat atas apa yang diperbuat. Sehingga pesan yang dipetik ialah mari bersama-sama berlomba untuk terus berbuat kebaikan kepada sesama dan jangan menunda-nundanya karena batas usia setiap manusia tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Ayat:
https://quran.com/search?q=%E2%80%9CDan%20bagi%20tiap-tiap%20umat%20ada%20kiblatnya%20(sendiri)%20yang%20ia%20menghadap%20kepadanya

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan