Rabu, 20 Desember 2017

Cara Wanita Muslim Terhormat Menyikapi Berjabat Tangan Dan Bersentuhan ( Part 2 )

Sudah terbit di: https://steemit.com/pelitaillahi/@puncakbukit/cara-wanita-muslim-terhormat-menyikapi-berjabat-tangan-dan-bersentuhan-part-2

Contoh Dan Cara Menyikapi Berjabatan Tangan Para Wanita Muslim Terhormat


Gambar 1. Berjabat Tangan

Dan dari keseluruhan pandangan tersebut dalam pembahasan di artikel sebelumnya, dapat diketahui bahwa berjabatan tangan pada yang bukan mahram dengan usia muda tentu sudah pasti dilarang, namun untuk berjabat tangan dengan ayah, saudara laki - laki, paman sudah tentu diperbolehkan sebab termasuk mahramnya. Memang untuk menerapkan kebiasaan baru seperti ini tidaklah terlihat mudah, tetapi tidak ada salah dan ruginya jika kita mencoba, awalnya pasti akan terasa canggung dan terasa memperlakukan orang dengan tidak baik dan tidak enak hati. Tetapi cobalah pikirkan kembali anda selalu saja memikirkan perasaan yang segan kepada seseorang, coba sekali - kali anda pikirkan rasa segan anda ketika anda tidak menjalankan sabda Rasulullah, jadi sekarang lebih berat segan yang mana ?. Lantas bagaimana cara wanita muslim untuk menyikapi kebiasaan ini, karena aktivitas yang dilalui setiap harinya pasti mendorong wanita untuk melakukan kebiasaan ini, seperti :

  1. Saat dihadapkan pada situasi pertemuan dengan orang yang lebih tua
    Misalnya saja ketika berpapasan dengan guru di sekolah, sebagai seorang siswi pasti mengucapkan salam serta salim sebagai bentuk menghormati guru.

  2. Saat dihadapkan pada situasi pertemuan dengan orang yang lebih senior atau atasan
    Misalnya saja ketika situasi wawancara kerja, saat pertama kita disambut datang keruangannya maka pewawancara secara otomatis akan mengulurkan tangannya, sebagai bentuk dari etika kesopanan maka pasti anda akan menyambut uluran tangannya dan berjabatan tangan.

  3. Saat datangnya hari besar
    Misalnya ketika datangnya hari Raya Idul Fitri, maka tradisi ini pun sulit dihindari setiap orang akan datang dan saling berjabatan tangan, yang pada umumnya tanpa disadari berjabat tangan tanpa melihat batasan mahramnya.

  4. Dan contoh lainnya yang juga mesti dihindari dalam lingkungan pergaulan yang masih termasuk ke dalam jenis sentuhan yaitu menggoda, yang kemudian akan berlanjut pada tindakan menyentuh bagian tangan dan juga merangkul.

Maka dari itu untuk menjauhi hal - hal tersebut sebaiknya anda sebisa mungkin menghindari suatu kegiatan yang menuju pada kebiasaan bersentuhan, seperti apabila anda dihadapkan pada sebuah situasi untuk melakukan tradisi berjabat tangan anda bisa saja langsung memposisikan kedua telapak tangan anda dengan mensedekapkannya. Seperti pada kebiasaan model berjabat tangan orang jawa, tetapi bedanya posisi tangan tetap dan tidak dimajukan kepada orang yang bersalaman, pada umumnya orang tersebut akan mengerti jika anda tidak bisa berjabatan tangan dengan yang bukan mahramnya.

Atau jika anda masih merasa sungkan dengan kebiasaan ini cobalah untuk membiasakan berjabatan tangan dengan cara yang cepat terlebih dahulu, kemudian berikanlah penjelasan dengan tegas dan sopan dan jika perlu jelaskan secara diplomatis.
Selamat mencoba menjalankannya sahabat, salam wanita muslim terhormat.

Oleh : Ayuni Sena
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
1. https://rumaysho.com/10109-hukum-berjabat-tangan-dengan-lawan-jenis.html
2. https://rumaysho.com/11415-menolak-jabat-tangan-dengan-lawan-jenis-pada-hari-raya.html
3. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090608065628AAv56TB

Sumber Gambar :
https://pixabay.com/id/matahari-terbenam-matahari-terbit-1938201/

Selasa, 19 Desember 2017

Cara Wanita Muslim Terhormat Menyikapi Berjabat Tangan Dan Bersentuhan (Part.1)

Sudah terbit di: https://steemit.com/pelitaillahi/@puncakbukit/cara-wanita-muslim-terhormat-menyikapi-berjabat-tangan-dan-bersentuhan-part-1

Pemahaman Dan Pendapat Beberapa Mazhab Dalam Hal Berjabat Tangan Dan Bersentuhan

Untuk menjadi seorang wanita muslim memang bukanlah hal yang mudah apalagi untuk menjadi seorang wanita muslim terhormat sungguh bukanlah hal yang sangat mudah, karena bukan hanya sekedar tampilan yang tercermin dari wanita muslim terhormat tetapi hati yang dibalut oleh kebaikan dan kebiasaan yang berbudi juga santun, itulah jati diri wanita muslim terhormat. Dengan begitu maka mari kita bersama belajar dan sama - sama membuka diri untuk saling mengingatkan, dari mulai kebiasaan sehari - hari yang kita jalani ini. Mari bersama - sama kita belajar.


Gambar 1. Berjabat Tangan

Terkadang beberapa kebiasaan yang dijalankan pada keseharian banyak yang diantaranya baik itu disadari maupun tidak, tidak sesuai dengan syariat islam sebab ada beberapa tradisi atau kebiasaan yang begitu lazim dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, dan telah diasumsikan sebagai suatu hal yang terlihat biasa saja. Namun sebenarnya dalam pandangan islam itu sendiri sudah begitu dijelaskan dan ditegaskan, tetapi nyatanya fenomena dari kebiasaan yang satu ini terus saja dilakukan tanpa terlihat ditinggalkan, karena berbagai hal yang melatarbelakangi sehingga kebiasaan ini tumbuh subur di kalangan masyarakat. Tentu memang tidak semua masyarakat ikut serta dalam menyuburkan tradisi ini, tetapi nyatanya masih banyak di antatanya yang masih terus melakukan tradisi tersebut. Entah karena ketidakpahaman atau kekurangpahaman orang tersebut, ataupun karena faktor lingkungan dan keseganan untuk menolak tradisi tersebut.

Tradisi dan kebiasaan yang sering kali dialami para muslimah di luar sana termasuk saya dan anda yang membacanya, namun menjadi fenomena yang terlihat wajar dan biasa di kalangan masyarakat yaitu kegiatan berjabat tangan, yang dilakukan 2 orang antara pria dan wanita yang sudah jelas bukan mahramnya. Yang di mana di dalam pandangan islam tidak diperbolehkan dan juga tidak dibenarkan seorang pria dan wanita yang bukan mahramnya bersentuhan, dan ditegaskan juga di dalam islam bahwa hal tersebut merupakan kegiatan yang dilarang. Bukan tanpa alasan islam melarang tradisi ini untuk dilakukan oleh umatnya, tetapi tentu perlu diingat bahwa setiap hal yang menjadi larangan islam kepada umatnya untuk meninggalkan hal tersebut pastilah ada alasannya. Dan alasan untuk hal yang satu ini yaitu sebab di dalam kegiatan tradisi berjabat tangan terselip suatu keburukan, yang di mana keburukan tersebut dapat terjadi karena diawali dengan kegiatan berjabat tangan. Jelasnya ketika seorang pria dan wanita berjabat tangan sudah pasti ada sentuhan yang terjadi pada kulit, yang kemudian apabila terus dibiarkan akan memicu terjadinya sebuah niatan untuk zina.

Hal ini pun juga dijelaskan dalam beberapa pandangan dari para ulama mazhab seperti Syafi'i, Maliki, juga Hambali dan Hanafi, di mana dalam hal berjabat tangan memiliki ketegasan pandangan juga ketentuan tersendiri. Menurut Hambali dan Hanafi berjabatan tangan pada yang bukan mahram itu diperbolehkan, apabila anda berjabat tangan pada yang tidak mempunyai syahwat ( usia tua ). Sedangkan menurut Maliki berjabatan tangan pada yang bukan mahram sekalipun pada orang yang sudah tua juga tidak menggunakan syahwat, tetap saja tidak diperbolehkan. Dan begitu juga dengan Syafi'i yang menegaskan bahwa berjabat tangan pada yang bukan mahram sama sekali tidak diperbolehkan, dan tidak ada pengecualian baik itu dilakukan dengan orang yang tua apalagi yang muda semua itu jelas diharamkan menurut pandangan ini.

Oleh: Ayuni Sena
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
1. Khattab, Huda. 1993. The Muslim Woman's Handbook. London : Ta - Ha Publishers.
2. https://rumaysho.com/10109-hukum-berjabat-tangan-dengan-lawan-jenis.html
3. https://rumaysho.com/11415-menolak-jabat-tangan-dengan-lawan-jenis-pada-hari-raya.html
4. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090608065628AAv56TB

Gambar :
https://pixabay.com/id/matahari-terbenam-matahari-terbit-1938201/

Rabu, 13 Desember 2017

Menuai Hikmah Di Balik Kisah Poligami Ustaz Arifin Ilham (Bagian 1)

Sudah terbit di: https://steemit.com/pellitaillahi/@puncakbukit/menuai-hikmah-di-balik-kisah-poligami-ustaz-arifin-ilham-bagian-1

Ustaz Arifin Ilham berpoligami bukanlah berita baru. Sebagaimana kita ketahui juga bahwa Sang Ustaz secara terbuka memperlihatkan keharmonisan kehidupan rumah tangga beliau bersama dua orang istrinya di media sosial. Sebagaimana dilansir www.grid.id (06/04/2017) istri pertama beliau adalah perempuan asal Aceh bernama Wahyuni Al-Waly (Yuni Djamaludin). Sementara istri kedua beliau adalah perempuan asal Yaman yang bernama Ummu Hifzhiya atau dikenal juga dengan sapaan Ummi Rania.

Dan, beberapa hari terakhir jagad medsos kembali dihebohkan oleh kabar bahwa Sang Ustaz kembali menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang perempuan sunda, Janda usia 37 anak 2. Kabar ini bersumber dari laman akun facebook.com (04/10/2017) ustaz Arifin Ilham sendiri yang memposting fotonya bersama tiga orang perempuan yang disebutnya tiga bidadari.

C:\Users\Asus\Desktop\Billing PLN\Screenshot_2017-10-08-10-39-58.png
Gambar 1. Ustaz Arifin Ilham Bersama Tiga Bidadarinya

Poligami memang salah satu topik pembicaraan yang seru dan tidak pernah habis untuk diperdebatkan. Pro dan kontra selalu saja ada. Sebab itulah kabar pernikahan ketiga Ustaz Arifin Ilham ini kembali menjadi perdebatan seru di media sosial.

Ustaz Arifin Ilham poligami, memang kenapa?

Rasanya bukan hak-nya penulis untuk mengomentari pilihan hidupnya Ustaz kondang ini. Toh, secara keilmuan penulis belumlah seujung kukunya jika dibandingkan dengan keluasan ilmu beliau. Penulis percaya bahwa Ustaz Arifin Ilham menjalani pilihan hidupnya dengan dasar keilmuan yang kuat. Sebelum memutuskan untuk menikah untuk yang kedua dan ketiganya, beliau pasti sudah khatam mengkaji ayat-ayat Allah terkait syariat poligami dalam islam.

Jadi, siapalah kita yang berani-beraninya menilai pilihan hidup seseorang yang sangat sangat jauh lebih berilmu dari kita?

Ada baiknya kita melihat pilihan hidup beliau dari kaca mata yang positif.

Boleh jadi, takdir yang sedang dilakoni oleh Ustaz Arifin Ilham adalah cara Allah untuk memberikan tarbiyah (pelajaran) pada ummat tentang firman-Nya dalam Al Quran surat Annisaa’ ayat 3:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا - 4:3

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”
Ayat 1. Annisaa’ 4: 3).

Melalui takdir yang dilakoni Ustaz Arifin Ilham, Allah mengingatkan kita tentang adanya syariat poligami dalam islam. Benar bahwa poligami adalah hal yang dihalalkan dalam islam. Namun ada syarat berat yang dikalungkan Allah Swt pada pelakunya. Menurut Syaikh Mustafa al-Adawi ada tiga syarat poligami sebagai mana dilansir oleh kaltim.tribunnews.com (01/04/2017), yaitu: mampu berlaku adil, tidak melalaikan ibadah, dan mampu menjaga agama dan istri.

Nah sahabat, mari kita belajar banyak hal dari takdir poligami yang dilakoni oleh Ustaz Arifin Ilham. Ternyata poligami bukanlah syariat yang main-main. Akan tetapi syariat yang memiliki tanggung jawab berat. Baik bagi laki-laki maupun perempuan. Jika ada yang memilihnya sebagai salah satu jalan hidup mereka, bukan berarti mereka rendah ataupun pendosa. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang mengambil pilihan hidup dengan konsekuensi berat. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari setiap kisah yang ditemui.

Bersambung...

Oleh: Neti Suriana
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Tulisan:
1. https://muslim.or.id/1916-poligami-bukti-keadilan-hukum-allah.html
2. https://almanhaj.or.id/774-dalil-dalil-poligami-dalam-islam.html
3. http://kaltim.tribunnews.com/2015/04/01/wahai-pria-syarat-poligami-dalam-islam-itu-berat
4. http://www.grid.id/Celebrity/News/Wahyuni-Al-Waly-Istri-Pertama-Ustaz-Arifin-Ilham-Ini-Permintaannya-Saat-Hendak-Dimadu

Referensi Gambar:
https://www.facebook.com/kh.muhammad.arifin.ilham/?hc_ref=ARR03YRHtDaHVwCgXhl3PFr0svg-4hzl4nh-ylvwBaqfEiBec0GCA2pb2Cr3TpIzcz
Referensi Ayat:
https://quran.com/4/3

Selasa, 14 Maret 2017

Mari Belajar Berhijab Pada Bagian Dalam Bersama Para Wanita Islam Yang Terhormat

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar para pembaca setia artikel ini ? Semoga anda semua dalam keadaan yang baik dan selalu dalam perlindungan ALLAH SWT, pada artikel hari ini saya akan mengangkat tema mengenai hijab ? Tentunya bukan menjadi hal yang asing lagi bukan untuk anda sekalian, tetapi pada kesempatan kali ini hijab yang akan kami bahas bukanlah mengenai hijab luar ( busana ) melainkan hijab bagian dalam ( perilaku ).

Yang pada saat ini seringkali terlupakan oleh para muslimah dengan hijab luarnya, untuk itu simaklah beberapa penjelasan singkat yang telah kami ringkas mengenai hijab bagian dalam, dari beberapa aspek dan kegiatan dalam kehidupan yang mesti dijaga :

Dalam Suara
Ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama mengenai hal ini ada sebagian ulama yang menganggap bahwa suara dikatakan sebagai aurat, hal ini disebabkan karena suara dapat menarik perhatian dari para kaum pria namun sebagian dari para ulama lainnya tidak setuju dengan pendapat tersebut. Tetapi memang pada saat kaum wanita sedang berbincang atau bertemu secara tidak sengaja dalam satu ruangan bersama dengan kaum pria yang bukan muhrimnya, mereka dituntut untuk bisa mengontrol nada bicara dari suara yang dikeluarkan. Mereka tidak boleh berbicara dengan nada suara yang lembut juga tidak boleh dengan nada suara yang sangat keras termasuk saat tertawa, agar tidak mendatangkan kesalahpahaman yang busa saja terjadi. Saran saya gunakanlah nada suara yang tegas dan sopan saat bertutur kata dengan lawan jenis.

Dalam berkumpul ( bercampur baur )
Hal ini merupakan hal yang harus sebisa mungkin anda hindari, kita sebagai wanita muslim memang diperbolehkan untuk sekedar berbincang dengan teman laki - laki ( lawan jenis ), baik pada saat belajar maupun bekerja. Namun sedapat mungkin harus bisa dibatasi, agar dapat menghindari kemungkinan yang dapat terjadi pada aspek - aspek yang dilarang oleh agama.

Dalam pub, bar dan sejenisnya
Hal ini merupakan kebiasaan hidup dari orang - orang barat yang terbawa dan kemudian diikuti oleh masyarakat yang gaya hidupnya ke barat - baratan, hal inipun juga dapat menjadi perangkap bagi para umat Islam baik kaum pria maupun kaum wanita yang tidak sadar. Bahkan banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa tidaklah cukup hanya dengan menjauhi minuman keras saja, bahkan hanya dengan duduk di dekat orang yang sedang meminum - minuman keras saja pun hukumnya haram.

Bersentuhan dengan berjabat tangan
Bersentuhan dengan berjabat tangan pada seorang laki - laki yang bukan muhrimnya sebenarnya sudah ditegaskan dan dilarang dalam islam bagi para wanita muslimah, dan sebisa mungkin harus tetap anda hindari dengan memberikan penjelasan yang sopan. Namun jika memang terdesak oleh sebuah situasi seperti berjabat tangan dengan atasan saat wawancara, apabila jika tujuannya hanya sebagai upaya untuk memperlihatkan sikap sopan maka saya sarankan agar tidak terjadi kesalahpahaman berjabat tanganlah dengan cepat seperti biasa.

Selamat membaca, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kehidupan anda setelah membacanya salam kenal untuk semua pembaca artikel ini.

Oleh : Ayuni Sena
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber :
Huda, Khattab. 1993. The Muslim Woman's Handbook. London : Ta - Ha Publishers.

Kamis, 09 Maret 2017

Marilah Berbusana Anggun Dengan Para Wanita Muslimah Terhormat

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar para pembaca setia kami ? Semoga anda semua sedang dalam keadaan yang sehat pada kesempatan kali ini saya akan mengangkat sebuah tema pembahasan mengenai cara berbusana para wanita muslimah yang terhormat dan anggun, untuk itu terus ikuti dan baca artikel ini Ya ...

Sebelumnya apa yang anda ketahui tentang jilbab atau hijab itu sendiri, apakah yang dimaksud dengan hijab atau jilbab ? Apakah ada persyaratan khusus mengenai busana hijab ? Jika ada persyaratan seperti apa sajakah itu ? Lalu seperti apakah sebenarnya batasan - batasan penutupan pada tubuh yang jelas.

Mari kita bahas pertanyaan tersebut satu persatu, apa yang dimaksud dengan hijab atau jilbab, menurut syariat islam hijab atau jilbab itu sendiri adalah bagian dari pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga pada bagian dadanya, untuk masalah busana hijab memang memiliki batasan - batasan tertentu namun batasan - batasan tersebut bukan berarti kita tidak boleh sama sekali mengikuti mode yang sedang trend pada saat ini. Mode memang pada dasarnya bukan merupakan suatu masalah asalkan tidak membabi buta ketika mengikuti modenya dengan catatan mode - mode tersebut sesuai dengan batasan - batasan islam, yang dijelaskan oleh beberapa Mazhab seperti Mazhab Safi'i, Hambali dan Maliki dan inilah jawaban dari pertanyaan terakhir yaitu tentang batasan - batasan penutupan tubuh, secara jelas sebagian Mazhab berpendapat bahwa bagian bawah ( kaki ) boleh dibiarkan terbuka namun semua Mazhab sepakat bahwa bagian betis haruslah ditutup.

Untuk lebih lengkap dan lebih jelaskan simaklah beberapa persyaratan busana hijab menurut pandangan islam berikut :
  1. Seluruh bagian kepala ( telinga termasuk perhiasan anting - anting, leher juga lengan ) dan seluruh bagian tubuh harus tertutup kecuali bagian muka dan ke dua tangan.
  2. Hindari mengenakan busana yang mengandung unsur hiasan mencolok yang dapat menyebabkan perhatian para pria sehingga menjadi tertarik pada kecantikan anda. Seperti memakai perhiasan yang berkilauan, busana yang terdapat hiasan bordir dengan benang yang terbuat dari baham berwarna perak, emas dam sejenisnya ( warna - warna menyala ) juga permata sebagai hiasan.
  3. Busana yang anda kenakan tidak boleh terbuat dari bahan yang tipis ataupun tembus pandang yang dapat memperlihatkan warna kulit, tetapi busana yang anda kenakan haruslah terbuat dari bahan yang tebal untuk dapat menutupi warna kulit anda.
  4. Busana yang anda kenakan tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh anda sehingga anda tidak boleh memakai busana yang ketat maka pilihlah busana yang cukup longgar.
  5. Busana yang anda kenakan harus terlihat feminin tidak boleh menyerupai busana dari para kaum pria, meskipun anda menggunakan celana panjang sekalipun maka model celana panjang tersebut haruslah feminin.
  6. Busana yang anda kenakan tidak boleh terlihat aneh yang dapat membuat anda terlihat berbeda dan lebih menonjol dibandingkan orang lain, agar anda tidak menjadi pusat perhatian yang dapat menarik perhatian para kaum pria.
  7. Perlu anda ketahui hijab adalah suatu penanda yang membedakan bahwa siapapun pemakainya berarti wanita tersebut adalah wanita islam, maka dari itu janganlah anda menggunakan busana yang dapat menyerupai busana anda dengan busana wanita non - muslim.

Terima kasih telah setia untuk terus mengikuti artikel ini, terima kasih atas perhatiannya.

Oleh : Ayuni Sena
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber : Huda, Khattab. 1993. The Muslim Woman's Handbook. London : Ta - Ha Publishers.
 
Template designed by Liza Burhan