Selasa, 14 Maret 2017

Mari Belajar Berhijab Pada Bagian Dalam Bersama Para Wanita Islam Yang Terhormat

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar para pembaca setia artikel ini ? Semoga anda semua dalam keadaan yang baik dan selalu dalam perlindungan ALLAH SWT, pada artikel hari ini saya akan mengangkat tema mengenai hijab ? Tentunya bukan menjadi hal yang asing lagi bukan untuk anda sekalian, tetapi pada kesempatan kali ini hijab yang akan kami bahas bukanlah mengenai hijab luar ( busana ) melainkan hijab bagian dalam ( perilaku ).

Yang pada saat ini seringkali terlupakan oleh para muslimah dengan hijab luarnya, untuk itu simaklah beberapa penjelasan singkat yang telah kami ringkas mengenai hijab bagian dalam, dari beberapa aspek dan kegiatan dalam kehidupan yang mesti dijaga :

Dalam Suara
Ada perbedaan pendapat dari beberapa ulama mengenai hal ini ada sebagian ulama yang menganggap bahwa suara dikatakan sebagai aurat, hal ini disebabkan karena suara dapat menarik perhatian dari para kaum pria namun sebagian dari para ulama lainnya tidak setuju dengan pendapat tersebut. Tetapi memang pada saat kaum wanita sedang berbincang atau bertemu secara tidak sengaja dalam satu ruangan bersama dengan kaum pria yang bukan muhrimnya, mereka dituntut untuk bisa mengontrol nada bicara dari suara yang dikeluarkan. Mereka tidak boleh berbicara dengan nada suara yang lembut juga tidak boleh dengan nada suara yang sangat keras termasuk saat tertawa, agar tidak mendatangkan kesalahpahaman yang busa saja terjadi. Saran saya gunakanlah nada suara yang tegas dan sopan saat bertutur kata dengan lawan jenis.

Dalam berkumpul ( bercampur baur )
Hal ini merupakan hal yang harus sebisa mungkin anda hindari, kita sebagai wanita muslim memang diperbolehkan untuk sekedar berbincang dengan teman laki - laki ( lawan jenis ), baik pada saat belajar maupun bekerja. Namun sedapat mungkin harus bisa dibatasi, agar dapat menghindari kemungkinan yang dapat terjadi pada aspek - aspek yang dilarang oleh agama.

Dalam pub, bar dan sejenisnya
Hal ini merupakan kebiasaan hidup dari orang - orang barat yang terbawa dan kemudian diikuti oleh masyarakat yang gaya hidupnya ke barat - baratan, hal inipun juga dapat menjadi perangkap bagi para umat Islam baik kaum pria maupun kaum wanita yang tidak sadar. Bahkan banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa tidaklah cukup hanya dengan menjauhi minuman keras saja, bahkan hanya dengan duduk di dekat orang yang sedang meminum - minuman keras saja pun hukumnya haram.

Bersentuhan dengan berjabat tangan
Bersentuhan dengan berjabat tangan pada seorang laki - laki yang bukan muhrimnya sebenarnya sudah ditegaskan dan dilarang dalam islam bagi para wanita muslimah, dan sebisa mungkin harus tetap anda hindari dengan memberikan penjelasan yang sopan. Namun jika memang terdesak oleh sebuah situasi seperti berjabat tangan dengan atasan saat wawancara, apabila jika tujuannya hanya sebagai upaya untuk memperlihatkan sikap sopan maka saya sarankan agar tidak terjadi kesalahpahaman berjabat tanganlah dengan cepat seperti biasa.

Selamat membaca, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kehidupan anda setelah membacanya salam kenal untuk semua pembaca artikel ini.

Oleh : Ayuni Sena
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber :
Huda, Khattab. 1993. The Muslim Woman's Handbook. London : Ta - Ha Publishers.

0 komentar :

Posting Komentar

 
Template designed by Liza Burhan